Bawa Jerami, Dihantam Bus Tewas di TKP

kotatuban.com – Seorang petani tewas secara mengenaskan setelah di tabrak Bus Indonesia, gara-gara tidak memperhatikan arus lalulintas. Kejadian maut tersebut terjadi di Jalan Tuban – Widang KM 21-22 Desa Compreng, Kecamatan Widang tepatnya di Simpang Tiga Compreng, Kamis (22/03).

Kejadian naas tersebut berawal Rachmad Hartadi (41) warga Desa Compreng, Kecamatan Widang membawa jerami untuk makanan ternaknya, dengan motor yang tidak ada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) nya.

”Korban ini habis mencari jerami untuk makanan ternak, dengan menggunakan motor yang tidak ada TNKBnya,” terang, Kasubbag Humas Polres Tuban, Agus Edi Pranoto.

Sesampainya di Pertigaan Compreng korban yang berjalan dari timur, mengendarai motornya tanpa memperhatikan arus lalu lintas berusaha menyeberang jalan kearah timur. Pada saat bersamaan dari arah utara datang Bus Indonesia No Pol L-7687-UV yang dikemudikan oleh Mochtaris (48) warga, Desa Labuhan Kidul, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

”Menurut pengakuan pengemudi bus, saat itu kendaraannya melaju dengan kecepatan tinggi sekitar 80 KM/jam,” ujarnya.

Dengan jarak yang terlalu dekat pengemudi bus tidak mampu melakukan upaya menghindar. Sehingga, terjadilah kecelakaan lalu lintas tersebut.

”Korban sempat terseret bus sampai sejauh 50 meter. Dan korban langsung meninggal ditempat. Saat ini kita masih mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi untuk mengetahui secara pasti kejadian tersebut,” tandasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban