Tanaman Cabai Diserang Hama Patek

Tanaman lombok diserang hama
Tanaman lombok diserang hama

kotatuban.com-Belasan hektar lahan cabai di Dusun Borokembang, Desa Waleran, Kecamatan Grabagan, Tuban, diserang hama mirip lampor yang menyerang jagung dan hama patek. Akibatnya cabai yang semestinya dapat dipanen lebih dari empat kali hampir dapat dipastikan tidak dapat dipanen lagi karena sebagian besar rontok dan membusuk.

Selain hama, minimnya hujan memasuki musim kemarau membuat kerusakan ladang cabai di desa tersebut semakin parah. Bahkan,  sebagian besar cabai telah mengering karena kekurangan air.

“Tidak cuma musim kemarau, sebenarnya ini masih bisa dipanen kalau tidak ada hama patek, “ ujar Samiasih (34) petani cabai asal dusun Boro Kembang saat ditemui kotatuban.com, Jumat (13/6) di ladangnya.

Dia menceritakan, sejak ditanam hingga panen pertama sekitar tiga bulan, cabai masih dapat dipanen hingga empat bulan kemudian. Namun, baru sekitar dua bulan atau panen keempat, cabai sudah diserang hama dan  sebagian lagi juga sudah kering dan tidak dapat berbuah lagi karena kekurangan air.

”Kalau punya saya baru panen sekitar empat kali mas, biasanya bisa sampai 10 kali panen. Tapi, mungkin ini sampai enam kali saja sudah bagus wong banyak yang mati,” terangnya.

Senada dengan Samiasih, petani lain bernama Kusmiati (37) juga mengeluhkan hama cabai yang umumnya menyerang jenis cabai keriting tersebut. Sebab cabai jenis japlak dan cabai rawit tidak terlalu banyak yang rusak karena serangan hama itu.

“Kalau saya tidak punya cabai lain mas semua cabai keriting, ini kena hama semua, belum sempat menjual dengan harga mahal mas sudah kena hama , tapi ya lumayan sudah sering panen sebelumnya,” ungkap Kusmiati.

Saat ini harga cabai ditingkat petani untuk jenis cabai keriting hanya Rp2.500 hingga Rp2.700, sedangkan untuk jenis cabai kecil dan rawit masih sekitar Rp4.000 perkilogramnya. Harga tersebut terlalu murah dan para petani mengaku masih kesulitan mendapatkan untung. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.