Ular Phiton Sembunyi di Dasbor Mobil

kotatuban.com – Sejumlah warga yang tinggal di Desa Ngandong, Kecamatan Grabagan, Kabupaten Tuban kembali digegerkan dengan penangkapan seekor ular Phiton besar yang masuk dipemukiman warga desa setempat, Senin (30/1/2017).

Pasalnya, setelah ditangkap dan akan dibawa keluar dari desa itu, ular dengan panjang 6 meter itu lepas dan  masuk ke dasbor mobil Panther dan bersembunyi di dalamnya. Hal itu membuat pemilik mobil dan juga warga kesulitan untuk mengeluarkannya.

Penangkapan ular Phiton itu berawal saat ular muncul di sekitar pemukiman warga desa setempat. Selama ini banyak hewan ternak milik warga Desa Ngandong dan sekitarnya hilang diduga menjadi mangsa binatang melata tersebut.

“Ini ditangkap dari ladang. Dan rencananya ini tadi mau saya bawa ke Tuban,” terang Tarji Susanto (53), warga Desa Ngandong, yang merupakan pemilik mobil Panther yang dijadikan persembunyian ular Phiton tersebut.

Menurut Tarji, saat akan dibawa, ular sudah di bungkus bagian kepalanya dengan menggunakan kain. Setelah itu ular Phiton dengan berat sekitar 20 kilogram tersebut langsung ditaruh begitu saja di dalam mobil tersebut dan kemudian tidak terlihat.

“Setelah saya lihat ternyata ularnya tidak ada. Dan waktu dicari ternyata masuk ke dasbor mobil,” ungkap Tarji Susanto, yang sudah ahli menangkap ular itu.

Mengetahui ular bersembunyi di dalam dasbor membuat Tarji bersama warga kesulitan untuk mengeluarkan ular tersebut. Sebab, untuk mengeluarkan ular Phiton itu harus membongkar dasbor karena kondisi ular memilit pada besi dan juga kabel-kebal di dasbor.

“Sulit sekali tadi untuk mengeluarkannya, mungkin tadi butuh waktu lebih dari 50 menit. Karena lilitan ularnya sangat kuat,” paparnya.

Setelah hampir satu jam dan bersusaha payah membongkar dasbor mobil, akhirnya pemilik mobil dibantu dengan warga berhasil mengeluarkan ular besar itu dengan kondisi masih hidup. Selanjutnya ular Phiton itu akan diberikan kepada orang yang merawatnya.

“Kalau ada yang minat ini akan saya kasihkan ke orang, yang penting jangan sampai dibunuh,” pungkasnya. (yit)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.