Maksimalkan Resi Gudang Disperpar Akan Langsung ke Petani

kotatuban.com– Untuk memaksimalkan sistim.resi gudang, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, akan jemput bola langsung ke petani.

“Kami akan jemput bola ke petani agar resi gudang ini dapat dimanfaatkan dengan maksimal,” ujar Kepala Bidang Perdagangan, Disperpatr Tuban, Bismo Aji, Rabu (20/04).

Menurut Bismo, pemerintah tahun ini juga menargetkan pemanfaatan atau serapan resi gudang 135 ton gabah hasil pertanian Tuban. Target tersebut akan direalisasikan selain dengan jemput bola juga melalui sosialisasi yang dilakukan kepada kelompok-kelompok tani dan para petani di Tuban.

“Kita targetkan pemanfaatan resi gudang tahun ini minimal 135 ton gabah,”  katanya.

Saat ini, lanjut Bismo, pemanfaatan resi gudang memang belum maksimal. Sebab pada musim panen pertama tahun ini resi gudang hanya menyerap 56 ton hasil produksi pertanian petani di sekitar bantaran Bengawan Solo, seperti Rengel, Plumpang, dan Widang, padahal kapasitas gudang mencapai 2.500 ton.

Diakui, belum maksimalnya pemanfaatan resi gudang disebabkan masih banyak petani yang mengandalkan tengkulak untuk membeli hasil pertanian mereka. Selain itu sistem penjualan ijon (sebelum masa panen) juga masih banyak dilakukan. Sehingga petani tidak punya pilihan untuk menjual hasil pertanian mereka selain kepada tegkulak yang sudah ada perjanjian jual beli ijon.

Unuk diketaui, sistem resi gudang merupakan tempat penitipan hasil produk pertanian saat masa panen untuk menghindari harga yang cenderung anjlok. Dalam sistem itu pemilik hasil pertanian dapat menitipkan dan akan mendapatkan resi, 70 persen dari harga hasil pertanian.

“Sambil menunggu harga stabil, resi gudang akan membayar 70 persen dari hasil.pertanian mereka. Ini juga diharapkan dapat memotong mata rantai tengkulan yang kerap mempermainkan harga,” imbuh Bismo.  (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban