Mengolah Limbah Kayu Jadi Barang Berniliai Ekonomis

image
Limbah kayu pelet diolah menjadi barang furnitur

kotatuban.com – Limbah kayu palet dari sisa boks ekpedisi biasanya hanya menjadi sampah atau sebagai kayu bakar. Namun belakangan kayu bercirikhas warna terang ini mampu dimanfaatkan sebagai bahan baku beragam barang kebuthan yang bernilai ekonomis tinggi.

Salah satunya dilakukan Kemal Khoirur Rohman,  warga Perumahan Bukit Karang, Kecamatan Semanding, Tuban. Dengan keahliannya, limbah kayu palet dapat disulap menjadi beragam barang kebuthan mebeler. Seperti gantungan baju, meja laptop, kursi dan meja ruang tamu, hingga desain hiasan caffe dan berbagai kebutuhan lainnya.

“Meja, kursi, gantungan baju, hingga dekorasi cafee bertema industry,  sekarang ini umum mengunakan limbah kayu palet,” kata Kemal Khoirur Rohman, Rabu (12/04).

Kemal mengaku, usaha yang baru dirintis sejak empat bulan terakhir ini cukup memiliki penggemar di Tuban.  Terbukti dengan banyaknya pesanan yang mulai diterimanya, baik pesanan dari perorangan maupun lembaga tertentu di wilayah Tuban.

“Baru empat bulan kita merintis usaha ini, tapi permintaan pasar Tuban sangat tinggi. Kadangkala kita juga menolak permintaan,” ungkapnya.

Menurut Kemal, jenis kayu limbah palet pinus atau jati belanda bisa didapat dari proyek-proyek atau pabrik, seperti Pabrik Semen Gresik. Jika kualitasnya bagus, kayu palet mampu dimanfaatkan sebagai beragam bahan mebeler, apalagi kualitas kayu juga cukup tahan lama.

“Kayu itu bebas dari rayap, serta tahan selama 5 tahun ketika di luar ruangan, dan 10 tahun jika di dalam ruangan,” kata Kemal, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, kayu dari pohon pinus ini memiliki serat yang indah layaknya kayu jati. Inilah yang membuat beberapa kalangan menyukai furnitur dari kayu palet ini.

“Corak kayunya sangat bagus, serta unik ketika dibuat berbagai bentuk,” tambahnya.

Dalam proses pembuatan, menurut Kemal, tidak ada perubahan secara mendasar dari bentuk asli kayu itu. Hanya saja, palet kayu yang awalnya kotor dibersihkan atau diamplas mesin, selanjutnya dijadikan beragam bahan mebeler atau furniture.

“Karena dasar kayunya sudah potongan kecil-kecil, makanya bentuk asli kayu tidak banyak dirubah. Namanya juga limbah, beda lagi jika kayunya utuh,” imbuhnya. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban