Meski Dilarang, Nelayan Tuban Tetap Gunakan Cantrang

image
Nelayan Tuban tetap gunakan cantrang

kotatuban.com-Sejumlah nelayan besar di Kabupaten Tuban, rupanya masih menggunakan alat tangkap cantrang. Alat tangkap ini merupakan larangan seperti diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 2 tahun 2015 tentang larangan tangkap ikan menggunakan pukat tarik dan pukat hela.

Terkait hal tersebut Ketua Asosiasi Nelayan Kabupaten Tuban, Faisol Rizi, pesimis nelayan dapat meninggalkan alat tangkap cantrang seperti yang masih digunakan sejumlah nelayan di kecamatan Palang dan Bancar sampi saat ini.

“Sulit meninggalkan itu, apalagi sampai sekarang belum ada sosiaisasi alat tangkap seperti apa yang digunakan. Padahal dengan sosialisasi nelayan tahu alat seperti apa yang boleh digunakan dan tidak,” kata Faisol Rozi saat dihubungi, Senin (25/04).

Menurutnya, larangan pemerintah yang bertujuan baik menjaga ekosistem laut itu mestinya juga diimbangi dengan solusi yang dapat diterima nelayan. Jangan melarang namun tidak ada solusi yang diberikan, semisal pengganti alat tangkap itu. Sebab jika dilarang saja tentu akan berdampak pada perekonomian warga nelayan yang menggantungkan hidup mereka dari mencari ikan.

“Kalau memang dilarang tentu harus ada solusi. Jangan sampai larangan itu justru memutus rantai penghidupan nelayan. Selain itu, juga alat ganti itu tidak membuat produktifitas ikan nelayan menurun,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Kabupaten Tuban, Sunarto mengakui memang belum ada sosialisasi penggantian alat tangkap cantrang dan beberapa jenis alat tangkap terlarang lainya sebagaimana aturan yang berlaku. Namun pihaknya memastikan, jika sosialisasi terkait Permen nomor 2 tahun 2015 sudah dilakukan. Dan nelayan diminta menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dengan mata jaring tidak terlalu kecil agar ikan yang mestinya tidak tertangkap ikut masuk jaring semua.

“Memang belum ada, namun, nelayan diintruksikan untuk menggunakan alat tangkap ramah lingkungan,” kata Sunarto.

Lebih lanjut pemerintah sampai hari ini masih memberikan toleransi hingga Desember akhir tahun ini. Sambil melakukan peneilitan dan kajian terkait alat tangkap yang cocok. Yakni, mampu meningkatkan produktifitas perikanan namun tidak berdampak buruk pada kelestarian lingkungan laut.

“Tentunya pemerintah juga tidak akan tinggal diam, sejauh ini juga masih melakukan kajian untuk mencari formulasi yang tepat soal alat tangkap yang baik sebagai penganti cantrang dan pukat,” terangnya.

Seperti diketahui Kememtrian Kelautan dan Perikanan RI memberikan toleransi bagi bagi kapal dengan alat tangkap jenis cantrang sampai Desember 2016. Toleransi tersebut sesuai denga surat Dirjen PSDKP nomer 14319/PDPSKP/9/2015 tentang penerbitan surat laik operasi bagi kapal dengan alat cantrang pada Septemner 2015 lalu. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban