Musim Hujan, Penjualan Buah Segar Turun 20 Persen

image
Pedagang buah segar sepi pembeli

kotatuban.com-Musim penghujan membuat omset penjualan berbagai jenis buah segar di Kabupaten Tuban turun sekitar 20 persen. Penurunan tersebut dipicu menurunnya konsumsi masyarakat terhadap beragam buah, terutama pedagang aneka minuman dan makanan berbahan dasar buah buahan.

“Biasanya paling banyak langganan adalah pedagang jus Mas, kalau musim hujan seperti ini penjualan mereka menurun, makanya kami juga sebagai pemasok bahannya juga turun,” ujar Ari, Pedagang Buah di Pasar baru Tuban, Senin (15/02).

Meski tidak menjelaskan secara detail omset perharinya, menurut Ari, penurunan omset ini sudah umum terjadi saat musim penghujan. Selain itu pada musim hujan seperti sekarang ini tidak banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat.

“Kalau musim hujan memang seperti itu, musim hujan juga tidak terlalu banyak kegiatan masyarakat sehingga buah yang biasanya untuk beragam hantaran hajatan jarang dipesan,” terang Ari.

Smentara itu untuk harga berbagai buah kata Ari tidak ada perubahan,  harga salak misalnya, perkilo masih dihargai Rp12.000. Harga apel Malang kualitas A, Rp23.000 per kilo, apel Malang kualitas B Rp17.000 per kilo,  Duku Rp30.000 per kolo, Klengkeng Rp40.000 per kilo dan Jeruk pentil,  Rp30.000 per kilonya.

“Harga tidak ada perubahan Mas, cuman biasanya pasokan aja yang terlambat karena kondisi cuaca memang seperti ini,” terang ledagang itu. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban