Musim Hujan Produksi Ikan Asin Menurun Drastis

image
Proses pengasinan ikan

kotatuban.com-Meski hujan tidak terlalu sering mengguyur wilayah Tuban dan sekitarnya, pengusaha pengasinan ikan di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban,  mengaku produksinya menurun sekitar 50 persen dibanding dengan musim kemarau (panas). Pasalnya proses pengeringan memerlukan sinar matahari dan penggaraman untuk mengawetan ikan laut lebih lama dan memakan waktu.

“Biasanya dua hari sudah bagus dan bisa dikemas, sekarang tiga sampai empat hari baru kering,” ujar Sawito salah satu pemilik usaha pengolahan ikan asin di Kecamatan Palang, Senin (04/01).

Sawito menjelaskan, jika musim kemarau rumah produksi ikan asin miliknya di pinggir pantai Desa Palang itu mampu mengolah ikan asin hingga 3,5 ton sehari. Namun, saat musim hujan seperti sekarang ini paling banyak hanya 1,5 ton ikan saja. Itu pun degan tenaga ekstra para pekerjanya untuk mengangkat dan menjemur kembali saat hujan dan dijemur sat terang dan panas.
 
“Kalau terlalu banyak ikan yang dimasak (Istilah pengasinan) nanti repot kalau ada grimis atau hujan. Lagi pula kalau tidak cepat kering juga beresiko, kualitasnya kurang baik. Kalau sore sudah harus diangkat takut lembap. Meski tidak hujan kalau musim seperti sekarang ini anginnya agak basah,” jelas Sawito.

Meski enggan menyebutkan secara detail, Sawito mengaku omset usahanya juga menurun saat musim hujan seperti sekarang ini. Banyak permintaan yang tidak terpenuhi lantaran produktifitas menurun sekitar 50 persen. Sementara kesempatan tingginya permintaan ini juga tidak dapat dimanfaatkan pemilik usaha untuk menaikan harga, dengan alasan sama-sama jalan antara pengusaha dan pembeli.

“Omset pastinya turun Mas, wong yang diproduksi sedikit. Padahal permintaan selalu banyak. Ini kesempatan naikkan harga sebenarnya tapi para pembeli juga merasa keberatan, sama-sama jalan aja,” papar pria berbadan gemuk itu.

Adapun, ikan olahan rumah produksi milik Sawito yang hanya menggunakan air laut dan garam itu biasanya dikirim ke Ponorogo, Nganjuk, Malang hingga Rembang dan Semarang, Jawa Tengah. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban