Operasi Pasar Beras dan Gula Langsung Ludes

Operasi pasar diserbu warga
Operasi pasar diserbu warga

kotatuban.com -Kegiatan operasi pasar yang digelar dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur bersama Dinas Perekonomian dan Badan Urusan Logistik (Bulog) Tuban di pasar Pramuka, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, diserbu warga.

Nampak antrian panjang ibu-ibu mengular hingga luar gerbang gang pasar pramuka, mereka mengantri untuk mendapatkan beras, minyak goreng, tepung terigu dan gula pasir yang harganya selisih rata-rata tigaribu dari harga umum dipasaran.

Ani (35) ibu rumah tangga warga Sidorejo, yang mengaku akan membeli gula dan beras mengatakan, harga gula di pasar umum dan kegiatan tersebut selisih sekitar Rp4.150 per kilogram. Selisih harga sebesar itu cukup banyak dan dapat digunakan untuk membeli kebutuhan dapur lainnya.

“Lumayan lho mas selisihnya, kalau di pasar umum gula pasir Rp15.500 sampai Rp16,000 perkilogram,  kalau di sini Rp11.750 per kilonya,”terang Ani yang ditemui di stan operasi pasar Disperindag.

Sayangnya stok beberapa bahan kebutuhan dalam operasi pasar tersebut cukup terbatas sehingga tidak semua bahan yang disediakan bisa dibeli oleh warga. Sehingga, ada kebutuhan pokok yang habis dengan cepat bahkan ketika kegiatan baru dimulai.

“Ini juga mau beli beras tapi sudah tidak kebagian, berasnya sudah habis,” keluh ibu rumah tangga itu.

Akibat stok yang masih kurang tersebut, membuat kegiatan operasi pasar tidak mampu mempengaruhi harga kebutuhan di pasar umum yang sampa saat ini masih cukup tinggi.

Menanggapi hal itu Wakil Bupat Tuban Noor Nahar Hussein, mengatakan jika kegiata operasi tersebut hanya bersifat mengendalikan harga bukan menurunkan harga pasar, menurut dia dengan kegiatan operasi pasar tersebut harga beras, minyak goreng dan gula tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Operasi pasar itu sifatnya hanya pengendalian, saya pikir kalau penurunan harga itu tidak cukup dengan operasi pasar yang seperti ini perlu diterjunkan stok yang lebih banyak,” katanya saat ditemui di Gedung DPRD Tuban, Senin (13/6).

Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Perdagangan, Bidang Perdagangan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, Totok, mengatakan, beras dan gula sudah diberikan tambahan kuota untuk memenuhi permintaan selama Ramadan ini dari kuota sebelumnya. Dan tambahan kuota tersebut akan diberlakukan hingga 22 Juni mendatang.

“Kuota sudah ditambahkan, untuk beras saja dari 250 kilogram sekali kegiatan menjadi 500 kilogram, sedangkan gula pasir kuotanya juga ditambah hingga 1 ton dari kuota semula 850 kilogram,” terang Totok.

Dakui Totok, kebutuhan selama Ramadan memang cukup tinggi, tercatat selama kegiatan hingga hari ini serapan beras dan gula pasir memang paling tinggi dari dua jenis barang yang disediakan lainnya.

“Serapan sampai hari ini untuk beras 13.005 kilogram, gula pasir 26.325 kilogram, tepung 919 kilogram dan minyak goring 9.506 kilogram,” katanya. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban