Rawan Bencana, Wisatawan Diminta Tetap Waspada

kotatuban.com – Beberapa hari terakhir, sebagain besar wilayah di Kabupaten Tuban diguyur hujan cukup deras. Hal itu tidak mengherankan, sebab menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, berdasarkan data Badan Meterologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Bulan Februari ini merupakan puncak musim penghujan yang ditandai dengan tingginya curah hujan.

Kepala BPBD Kabupaten Tuban Joko Ludiyono mengingatkan kepada masyarakat Tuban untuk mewaspadai segala potensi yang timbul. Seperti angin, petir, banjir, termasuk di kawasan lokaasi wisata alam yang cukup banyak dikelola masayarakat Kabupaten Tuban.

”Tetap waspada, hati-hati dan ikuti petunjuk yang ada ketika kita berkunjung ketempat wisata alam,” kata Joko.

Berkaitan dengan potensi bencana di lokasai wisata alam, Joko mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disprabudpora) Kabupaten Tuban, guna mengantisipasi kejadian kecelakaan di objek wisata, dan timbulnya korban di kawasan wisata.

”Kami akan bekerjasama dengan dinas untuk memberikan bekal pada Pokdarwis, keterampilan penyelamatan dan evakuasi, apabila ada kejadian di tempat wisata,” terang Joko.

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Parbudpora, Kabuaten Tuban, Suwanto dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada Pokdarwis, melalui kunjungan dinas agar mengantisipasi segala bentuk bahaya yang berpotensi di lokasi wisata. Bahkan pelatihan-pelatihan dengan menggandeng BPBD Tuban akan dilakukan untuk memberikan keterampilan Pokdarwis menghadapi bencana.

”Utamanya yang dikelola desa, kami sudah kunjungan, dan sudah ada da Pokdarwis yang memiliki pengalaman mengikuti pelatihan,” kata Suwanto.

Menurutnya, jika memang ada rekomendasi dari otoritas terkait, dalam hal ini BPBD Tuban, kaitannya dengan peringatan bahaya dilokasi wisata, seperti ombak besar dan lainnya, pihak dinas akan segera memberikan peringatan bagi pengelola wisata, termasuk menutup operasional sementara saat cuaca buruk terjadi.

”Dan seperti obyek wisata pantai, jika memang bahaya sesuai rekomendasi oleh ahlinya, bisa saja obyek wisata itu tidak dioperasikan sementara, berkaitan dengan kondisi alam,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban