Pasar Burung Mangkrak Nyaris Tak Berpenghuni

Pasar burung sepi
Pasar burung sepi

kotatuban.com– Persoalan di Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Tuban terus bermunculan. Setelah terungkapnya penyelwengan karcis di pemandian Bektiharjo kini muncul maslaah pasar burung.

Pasar burung yang dibangun pemerintah untuk merelokasi pedagang burung yang berjualan diselatan Pasar Baru Tuban kondisinya nyaris mangkrak.

Di lokasi yang masih menjadi satu komplek dengan Pasar Hewan (Pasar Sapi Tuban) di Jalan Hos Cokroaminoto Tuban itu ditinggakan sebagian besar pedagangnya sejak satu bulan terakhir. Sayangnya, Disperpar Tuban malah belum mengetahui jika pedagang Pasar Burung sudah banyak yang meninggalkan tempat jualanbaru dan kembali ke tempatn jualan lama.

Para pedagang memilih kembali ke lokasi lama dijalan selatan pasar baru Tuban karena tempat yang disediakan pemerintah tidak strategis. Selain itu juga jauh dari keramaian sehingga,  membuat penghobi burung malas berkunjung ke pasar burung yang menjadi satu dengan pasar hewan itu.

“Kalau tidak salah hanya ada dua pedagang yang masih bertahan di sana,” ujar Ahmad, salah satu pedagang burung di Selatan Pasar Baru Tuban, Senin (05/09).

Beragam alasan muncul dari para pedagang burung, selain tempat tidak strategis juga soal kerugian para pedagang lantaran pembeli tidak ada yang datang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perekonomian dan Pariwisata (Disperpar) Kabuaten Tuban, Farid Achmadi bahkan tidak mengetahui jika pasar tersebut ditinggalkan pedagang yang direlokasi dari Jalan Selatan Pasar Baru.

Menurutnya, sampai dikonfirmasi wartawan ini, dirinya malah baru tahu karena belum sekalipun mendapatkan laporan dari para stafnya.

“Saya malah baru tahu dari teman-teman wartawan,” kata Farid saat dikonfirmasi usai mengikuti paripurna di Gedung DPRD Tuban.

Pihaknya mengaku akan segera mengunjungi lokasi itu, dan mencari tahu penyebab para pedagang burung memilih berpindah dan kembali ke tempat lama.

“Kami nanti akan ke sana coba cek lokasi dan mencari solusinya itu,” katanya.

Diketahui, pasar burung yang belum gnap ditempati satu tahun oleh pedagang burung relokasi dari jalanSelatan Pasar baru Tuban itu menelan biayaya pembangunan sekitar Rp480 juta. Namun bangunan yang dibagun menggunakan APBD tersebut nyaris tanpa fungsi setelah pedagang yang disediakan tidak mau menempati. (kim)

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban