Pasar Minggu Pagi Semakin Loyo

image
Pasar Minggu pagi saat masih ramai

kotatuban.com-Pasar rakyat Minggu pagi di Jalan Sunan Kalijaga, Kabupaten Tuban semakin loyo dan mengenaskan. Bahkan pedagangnya tinggal 60 pedagang.
 
Dari 400 pedagang lebih yang sebelumnya tercatat Dinas Perekonimian dan Pariwisata (Disperpar) Kabupaten Tuban, kini hanya tersisa 60 pedagang saja, baik pedagang makanan maupun pedagang non makanan.

“Dari jumlah awal pedagang makanan maupun non makanan sekitar 400 itu, sekarang tinggal 60 saja. Mereka yang masih bertahan inilah yang kelihatanya memiliki jiwa pengusaha, bukan sekedar coba-coba,” ujar  Kasi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan, Bidang Perdagangan Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Dwi Karyawati Rahayu, Jumat (13/3).

 Rahayu menjelaskan, Dinas Perekonomian saat ini sudah tidak memberikan fasilitas seperti tenda dan stan pedagang, maupun biayaya kebersihan dan sebagainya, seperti awal dilaksanakanya kegiatan.

Saat ini pedagang sudah membentuk paguyuban dan berjalan secara mandiri.  Dia menduga tiadanya fasilitas dari pemerintah itulah yang kemudian membuat banyak pedagang malas melanjutkan usaha meraka.

“Memang sejak awal tahun ini kita lepas, dinas tidak memberikan fasilitas tenda maupun kebersihan seperti awal berjalanya dulu, mungkin ini juga yang membuat mereka tidak berjualan lagi,” kata Rahayu.

Meski dilepas secara mandiri, Rahayu memastikan Dinas Perekonomian  tetap melakukan pengawasan terhadap para pedagang, terutama kaitanya dengan ijin berdagang di lokasi itu setiap minggu.

” Memang dilepas secara mandiri, namun, dinas masih tetap melakukan pemantauan. Ini kami lakukan agar pedagang yang ada di sana tidak semerawut dan tetap tertata,” katanya.

Dia berharap. Kegiatan pasar minggu tetap berlangsung, untuk itu dia juga tidak menutup jika ada pendaftar yang akan berdagang di lokasi itu.

”Harapan kami tetap ada, itu kan bagus untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, meski hanya seminggu sekali,” harapnya. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban