Pedagang Terompet Keliling Jajakan Dagangannya

image
Pedagang terompet pilih keiling menjajakan dagangannya dibanding mangkal di pusat kota

kotatuban.com-Jelang perayaan malam pergantian tahun baru yang tinggal beberapa hari lagi, dimanfaatkan sejumlah pedagang terompet dadakan untuk mencari berkah. Trompet menjadi barang khas malam pergantian tahun yang cukup laris diburu warga.

Namun, karena banyaknya pedagang yang mangkal di seputaran Alun-Alun kota Tuban, sejumlah pedagang akhirnya berkeliling agar daganganya habis terjual sebelum malam pergantian tahun tiba.

“Keliling Mas biar laku, soalnya di pusat kota sudah banyak yang mangkal,” ujar Saifudin, pedagang terompet keliling asal Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (26/12).

Menurut Saifudin, tahun ini penjualan terompet cukup sepi. Biasanya dirinya dan beberapa pedagang lain yang satu rombongan tidak perlu berkeliling untuk menjajakan daganganya. Namun, tahun ini dia terpaksa berkeliling agar daganganya laku.

“Kalau keliling seperti ini lebih cepat habis Mas, apalag anak-anak, satu beli pasti yang lain juga minta beli,”  terang pemuda 25 tahun itu.

Saifudn tidak senderi, dia bersama seorang temannya membawa terompet itu berkeliling di Kecamatan Montong, Kecamatan Kerek, dan Merakurak. Dia mengaku baru akan mangkal kembali di sepuratan Alun-Alun Tuban atau pusat keramaian di kota sehari atau malam tahun baru.

“Tadi saya dari Tuban langsung ke Merakurak, terus ke Montong, mungkin lanjut ke Kecamatan Kerek kalau masih ada,” terangnya.

Untuk harga terompet sendiri berfariasi, tergantung bahan dan ukuranya, mulai  ukuran paling kecil Rp2.500, ukuran sedang antara Rp5.000 hingga Rp10.000 dan ukuran besar antara Rp15.000 hingga Rp20.000. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban