Pemkab Ancam Tutup Swalayan yang Bandel

kotatuban.com – Pemkab Tuban melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban mengancam akal tutup pusat perbelajaan modern jika bandel tidak mematuhi peraturan pemerinth pada masa pandemi Covid 19.

Sebab, banyaknya duan masyarakat masih ditemukan pusat perbelanjaan di Tuban yang tidak mematuhi aturan, seperti jaga jarak pengunjung, tidak tertib cuci tangan, tidak menggunakan masker, tapi, oleh pengelola dibiarkan saja.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto, mengungkapkan pemantauan dimaksudkan untuk menekan penyebaran Covid-19. Terutama di pusat keramaian seperti pasar maupun pusat perbelanjaan lainnya.

“Sebagai penertiban untuk upaya pencegahan terhadap perkembangan Covid-19 dengan penekanan pada tertib jaga jarak, tertib cuci tangan dan tertib pemakaian masker,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam patroli gabungan yang melibatkan TNI-Polri, Satpol-PP dan Diskoperindag tersebut menyasar beberapa titik penertiban di antaranya adalah Swalayan Bravo, Samudera dan Rena. Personil gabungan juga mengimbau pengelola untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Sanksi akan diberikan apabila terjadi pelanggaran, sesuai Perbup Tuban No. 19 Tahun 2020 tentang Kewajiban Penggunaan Masker Selama Masa Covid-19.

“Paling ringan diberikan peringatan dan paling berat usaha akan ditutup selama masa pandemi,” jelasnya.

Kasatpol PP Kabupaten Tuban menambahkan pengunjung diimbau agar memakai masker dan menjaga jarak antar pengunjung.  Pengunjung diminta untuk tidak berlama-lama ketika belanja. Pengunjung lain diminta bersabar dan menunggu antrian jika di dalam pusat perbelanjaan telah penuh.

Sementara itu, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyati, ST. M.Kes meminta kepada masyarakat untuk dapat mengikuti dengan baik himbauan pemerintah. Dimana saat ini Kabupaten Tuban sendiri sudah termasuk zona merah, dan kasus terkonfirmasi positif covid-19 makin meningkat, bahkan beberapa ada yang meninggal dunia. “Kita semua berharap masyarakat lebih waspada lagi dengan menghindari  tempat dengan kerumunan banyak orang.” imbuhnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban ini mengingatkan, apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah dan tenaga kesehatan akan sia-sia jika tidak ditunjang oleh peran serta masyarakat.” kuncinya adalah pada kesaradaran diri kita masing-masing.” pungkasnya. (rto)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban