Pemkab Tuban Raih Penghargaan Government Award 2019

kotatuban.com – Apresiasi dan Penghargaan kembali diperoleh Kabupaten Tuban di bawah Kepemimpinan Bupati Tuban, Fathul Huda dan Wakil Bupati, Noor Nahar Hussein, selama sepekan ini, kali ini Pemkab Tuban berhasil menyabet penghargaan Government Award.

Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (30/04) malam, Bupati Tuban menerima penghargaan Government Award 2019 dalam bidang Ketahanan Pangan yang diserahkan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Sandjojo.

Penghargaan Government Award ini diinisiatori oleh media SINDO Weekly yang tergabung dalam MNC Grup yang meliputi media televisi seperti RCTI, GTV, MNCTV, InewsT dan media cetak SINDO.

Goverment Award ini diselenggarakan dalam rangka untuk memberikan apresiasi kinerja pemerintahan daerah dan inovasi yang dijalankan dengan baik dan konsisten dari para kepala daerah, serta dinilai telah berhasil mengalami metamorfosis yang sangat cepat dalam berimprovisasi.

“Ini merupakan agenda tahunan yang merupakan rangkaian ulang tahun SINDO Weekly. Ajang ini lahir dari niat tulus untuk mempromosikan sekaligus ikut memotivasi pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah,” kata Pemimpin Redaksi SINDO Weekly, Nevy Hetharia.

Kabupaten Tuban tahun ini mendapatkan penghargaan Government Award dalam ketagori ketahanan pangan karena keberhasilannya mengalami surplus beras sebanyak 60 persen serta dinilai berhasil menjalankan berbagai upaya dan kebijakan dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Dan Pada 2018 silam, Tuban mampu mencapai peningkatan luas tanam jagung tertinggi tingkat nasional, dan dianugerahi penghargaan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), sejak 2017 ketahanan pangan di Tuban sudah tercapai,” ujar Nevi

Kepala Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan, Murtadji menyampaikan bahwa Kabupaten Tuban memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Lebih dari 162 ribu hektar yang terdiri lahan sawah 56 ribu hektar dan kawasan pertanian bukan sawah 105 ribu hektar, dan sesuai dengan komitmen Bupati, ada penambahan luas lahan sawah menjadi 75 ribu hektar.

Selain itu komitmen Bupati juga ditunjukkan dengan keberhasilan pelaksanaan program Hulu hilir provinsi jatim di Kabupaten Tuban serta perluasan jaringan irigasi melalui pompanisasi Sungai Bengawan Solo sehingga terjadi peningkatan produksi pangan yang terus menerus.

Berdasarkan data, produksi padi meningkat dari 546 ribu ton pada 2015, naik menjadi 584 ribu ton di tahun 2016. Berikutnya di 2017 menjadi 589 ribu ton dan melonjak menjadi 634 ribu ton pada 2018. Begitu juga produksi jagung. Pada 2016 sekitar 525 ribu ton. Lalu naik menjadi 606 ribu ton di 2017, dan 628 ribu ton di 2018.

“Setiap tahun kita juga selalu surplus beras. Di 2018, misalnya, kita surplus mencapai 60,49 persen atau sekitar 241 ribu ton.” Jelas mantan camat bancar ini. (rto)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban