Penambang Batu Kumbung di Lahan Perhutani Berkurang 30 Persen

ADM Perhutani Tuban, Riyanto
ADM Perhutani Tuban, Riyanto

kotatuban.com – Penambang batu kumbung yang selama ini melakukan kegiatan tambang di lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban, berangsur-angsur berkurang. Lahan yang ditambang warga secara manual berkurang hingga 30 persen.

”Setelah kita lakukan operasi gabungan dengan kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) beberapa kali, lahan yang ditambang warga berkurang 30 persen. Sedangkan, untuk jumlah penambang sendiri saat ini ada sekitar 1.473 orang ,” terang, Administratur Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Tuban, Riyanto Yudhotomo kepada kotatuban.com, Kamis (24/07).

Menurutnya, saat ini lahan milik Perhutani KPH Tuban yang masih ditambang oleh warga seluas 81,8 hektar dari sebelumnya seluas 117,5 hektar. Lahan tambang tersebut berada di tiga Bagian Kesatuan. Pemangku Hutan (BKPH), yakni di BKPH Kerek, BKPH Merakurak, dan BKPH Jadi.

”Kita akan terus berupaya untuk mempersempit lahan kita yang ditambang warga secara ilegal. Sebenarnya, kita itu tidak melarang warga mengambil batu kumbung di lahan kita, tapi harus ijin terlebih dahulu sampai ke kementrian pertanian,” tandasnya.

Lebih lanjut Riyanto mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menghentikan masyarakat yang menambang dilahan milik Perhutani secara ilegal. Caranya, dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan tambang secara ilegal. Selain itu, juga memasang plang larangan menambang di lahan Perrhutani.

”Kami juga melakukan pendekatan-pendekatan kepada tokoh masyarakat untuk memberikan arahan pentingnya menjaga kelestarian alam. Salah satunya dengan tidak melakukan kegiatan tambang secara sembarangan,” pungkasnya. (duc)

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban