Penggarap Lahan di Proyek Jabung Ring Dike Tak Dapat Kompensasi

image
Budi Wiyana

kotatuban.com-Empat ratus tiga puluh, warga Desa Mlangi Kecamatan Widang, penggarap lahan yang akan dibangun waduk jabung ring dike, tidak mendaptakan kompensasi ganti rugi atas tanah garapannya. Pasalnya, tuntutan kompensasi warga terhadap proyek Jabung Ring Dyke tidak memilik dasar hukum.

Budi Wiyana, Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, membenarkan, ganti rugi yang diminta warga itu tidak memiliki landasan hukum. Namun pemerintah tetap berusahan mencari solusi agar pihak pelaksana dan masyarakat tidak saling menyalahkan hingga terjadi aksi penghadangan oleh warga.

“Dasar untuk memberikan ganti rugi memang belum ada mas, kalau kita memberikan surat rekomendasi terkait kompensasi yang diminta malah salah,” kata Budi Wiana, Jumat (10/4).

Memurut Budi, sebenarnya kasus itu sudah masuk meja pengadilan, dan solusi untuk permasalahan tersebut ditempuh melalui mediasi antara warga dan pihak pelaksana proyek di Pengadilan Negeri (PN) Tuban. Namun, sudah empat kali melakukan mediasi ternyata masih mentah alias belum membuahkan hasil.

“Hingga kini masih belum ada solusi. terkait permintaan ganti rugi Rp 9.000 per meter,” katanya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Tuban, Bayu Agung Kurniawan, saat dikonfirmasi membenarkan sudah ada beberapa kali upaya mediasi antara warga dan pemegang proyejk Jabung, namun belum juga ada titik temu.

“Terakhir mediasi dilaksanakan pada 31 Maret 2015 dan belum menemukan solusi. Sehingga masalah tersebut akan dikembalikan pada hakim majelis terkait pokok perkara,” ungkapnya.

Untuk diketahui, proyek Jabung merupakan proyek Pemerintah Pusat untuk mengatasi banjir di empat Kecamatan yakni Soko, Rengel, Plumpang dan Widang. Proyek ini sudah berjalan sejak tahun 2007. Namun pembangunan itu menyisakan persoalan, karena 430 warga yang menggarap lahan dilokasi itu minta ganti rugi atas tanah garapannya. (kim).

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban