Penjual Petasan dan Kembang Api Menjamur

kotatuban.com-Bulan Ramadan selalu identik dengan permainan kembang api dan petasan. Itulah sebabnya penjual kembang api dadakan dan petasan menjamur saat bulan Puasa. Sehingga sangat mudah dijumpai dibeberapa ruas jalan protokol kota Tuban. Bahkan, menjamurnya penjual petasan maupun kembang api tidak hanya di kota saja, tapi, jga di wilayah kecamatan.

Salah satu penjual kembang api di Tuban
Salah satu penjual kembang api di Tuban

Salah satunya yang nampak di seputaran alun-alun Kota Tuban dan sepanjang jalan Sunan Kalijogo kota Tuban. di dua lokasi tersebut sedikitnya terdapat lebih dari sepuluh pedagang yang menjajakan beragam kembang api dan petasan berbagai bentuk dan ukuran.

Sebut saja Mbak Mis (35) salah satu pedagang petasan asal Kecamatan Semanding, Tuban. Sejak sore menjelang, wanita yang juga menjual aneka mainan anak-anak ini sudah membuka lapak dagangan kembang api miliknya, tidak jauh dari kantorpos Tuban, yang masih diseputaran alun-alun kota.

Mbak Mis mengaku, sejak seminggu sebelum Ramadan, dia dan suaminya sudah mulai menjual petasan di seputaran alun-alun kota, sebab kembang api sudah mulai banyak yang nyari. Biasanya kembang api dimainkan anak-anak saat menunggu Sholat Tarawih sesudah beduk berbuka puasa.

“Seminggu sebelum Ramadan sudah jualan mas, wong sudah banyak yang nyari,” kata Mbak Mis.

Dia menjelaskan, petasan yang dia jual merupakan petasan yang tidak berbahaya, karena memiliki label dan aturan pemggunaan yang jelas, selain itu seluruh kembang api yang dijualnya juga memiliki surat penjualan dari distributor yang menerangkan kembang api tersebut tidak berbahaya jika digunakan sesuai petunjuk.

“Kalau belinya banyak, biasanya pedagang akan mendapat surat keterangan mas, jadi ini memang aman, inikan bukan mercon-, semua kembang api,” terangnya.

Mbak Mis, juga mengatakan tidak kawatir jika ada razia, sebab seluruh daganganya bukan mercon yang memiliki daya ledak tinggi,” ini kembang api mas, tidak pernah ada razia,”katanya.

Untuk harga kembang api sendiri berfariasi, tergantung jenis dan ukuran kembang api. paling murah kembang api dihargai Rp3.000, sedangkan paling mahal Rp20.000.” yag paling mahal 20 mas, sebenarnya banyak yang lebih mahal, gak kulakan takut gak laku,” imbuhnya.

Dalam sehari omset berdagang kembang api bisa sampai 200rb, jika sepi omset itu bisa berkurang hingga 50 persen atau hanya Rp100.000 saja. ” Kadang Rp200 ribu, kadang kurang dari Rp100 ribu, tergantung yang beli, wong di sini banyak yang jual kembang api,” pungkas Mbak Mis.(kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban