Petani Tadah Hujan Mulai Cemas

image
Tanaman tadah hujan mulai dikhawatirkan kekurangan air

kotatuban.com – Perani tadah hujan di Kabupaten Tuban mulai cemas. Sudah beberapa hari di wilayah Tuban tidak turun hujan. Tanaman petani yang sudah berumur sekitar 2 minggu tersebut dikhawatirkan akan mati karena kekurangan air.

”Kami sepenuhnya mengandalkan air hujan. Kalau hujannya nggak turun lagi, tanaman kami jelas nggak bisa tumbuh baik,” kata Kasturi, salah satu petani asal Kecamatan Merakurak, Kamis (07/01).

Setelah diguyur hujan lumayan deras pada awal pertengahan Desember 2015 lalu, hujan memang tidak lagi turun hingga hari ini. Waktu hujan lumayan pendek. Hanya 1 jam dan hanya dua kali dengan curah lumayan tinggi. Selebihnya, hanya titik-titik air yang jatuh dari langit, meski mendung terlihat tebal. 

”Kita berharap hujan akan turun secara normal. Dan jika tidak segera turun dapat dipastikan tanaman jagung milik saya ini akan mati,” tandasnya.

Menurutnya, dia dan petani lahan kering lainnya memang sudah mulai menanam saat hujan pertama musim ini. Mereka berharap hujan akan normal hari-hari berikutnya hingga kerugian yang mereka tanggung tidak terlalu besar. Sebab musim ini para petani sudah mundur waktu tanamnya lantaran awal musim penghujan juga mundur hingga pertengahan Desember. 

”Seharusnya, sekarang ini sudah waktunya mupuk tanaman. Tapi, tidak ada hujan gini ya kita belum berani mupuk,” pungkasnya. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban