Petani Tadah Hujan Panen Srikaya

image
Petani saat memanen buah Srikaya

kotatuban.com – Petani tadah hujan di Tuban.mulai panen Srikaya. Buah berbiji hitam dan tetasa manis ini hanya terdapat di tegalan tadah hujan. Seperti  di Dukuh Puthuk, Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Tuban yang menjadi sentra Srikaya.

“Ini panen pertama Mas, biasanya akan dipanen dua hari sekali sampai buahnya habis,” ujar Kadiran, pemilik kebun Srikaya di Dukuh Puthuk, Bektiharjo, Semanding, Selasa (29/03).

Menurut Kadiran, menanam srikaya cukup menguntungkan meski dalam satu tahun hanya dapat dipanen dua kali. Panen Srikaya terjadi akhir musim kemarau dan pergantian musim hujan ke musim kemarau.

Budidaya Srikaya nyaris tanpa perawatan, setelah pohon ditanam cukup memberikan pupuk kandang setahun sekali pada musim hujan.

“Tanpa perawatan Mas, disemprot obat atau pestisida juga gak usah. Soalnya hama juga tidak ada. Pohon srikaya ini sebenarnya hanya tumpang sari. Semula ditanam untuk terasering atau pematang lahan karena tidak terlalu rimbun pohonya,”  jelas Kadiran.   

Biasanya buah srikaya akan dijual oleh pemilik kebun kepada para tengkulak yang datang dari Surabaya, Gresik dan Lamongan. Selain itu srikaya Puthuk juga dijual ke Jakarta oleh para pengepul.

“Biasanya dibeli pengepul Rp25 ribu sampai sampai Rp50 ribu per keranjang, tergantung ukuranyan, kalau besar ya mahal kalau yang kecil sedikit murah,” terang Kadiran.

Sementara itu, perangkat desa Bektiharjo, Eko Maskarbulik mengatakan, Srikaya memang sudah ada sejak lama di desanya itu, namun belakangan warga mulai membudidayakan buah tersebut karena hasinya cukup lumayan. Apalagi srikaya tidak membutuhkan perawatan khusus.

“Kami berharap nantinya desa kami jadi sentra buah srikaya, selai itu buah ini nantinya juga dapat diolah menjdi produk olahan lain, karena cukup banyak hasilnya saat musim panen,” kata perangkat desa itu.

Sementara itu saat musim panen seperti sekaran ini buah srikaya cukup mudah didapatkan  di pasar-pasar tradisional Kabupaten Tuban. Selain itu juga banyak dijajakan di pinggir jalan terutama di kawasan Manunggal Selatan jalur pantura Surabaya –  Semarang. (kim).

 

  

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban