Petani Tuban Tergiur ‘Jeng’ SRI

Bupati Tuban Fathul Huda saat melihat tanaman padi dengan menggunakan pola tanam SRI di wilayah Palang
Bupati Tuban Fathul Huda saat melihat tanaman padi dengan menggunakan pola tanam SRI di wilayah Palang

kotatuban.com – Petani di Kabupaten Tuban kini ramai-ramai beralih dari sisitim tanam konvensional ke Sitim Rice Intenvication (SRI). Sebab, dengan ‘jeng’ SRI (petani menyebutnya) dapat mengurangi biaya produksi, utamanya pupuk. Dan yang menggembirakan juga mampu meningkatkan produksi.

Menurut Ketua Kelompok Tani Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Suwadi, semula para petani ogah-ogahan’ menanam dengan pola SRI ini. Namun, melihat hasilnya dipastikan kelompok tani di Pucangan bakal menggu7nakan ‘Jeng’ SRI lagi. “Tanpa dibantu lagi, kami akan gunakan ‘Jeng’ SRI lagi,” ungkapnya Suwadi dihadapan Bupati Fathul Huda saat melihatd ari dekat tanaman padi dengan SRI.

Pola tanam SRI ini sebetulnya di Tuban telah dimulai sejak 2008 lalu. Namun, masih belum mendapatkan respon dari petani. Program ini baru digalakkan saat pemerintah pusat mencanangkan program ketahanan pangan. “Sekarang ini sudah ada 1500 hektar yang masuk program SRI,” jelas Kabid Pertanian Dinas Pertanian Tuban, Parno.

Ditambahkan, masing-masing hektar daro program SRI ini mendapatkan bantuan Rp 2.050.000. Diharapkan dengan pola tanam SRI ini penghasilan padi bisa meningkat. Tahun 2016 ini target produksi rata-rata di Kabupaten Tuban sebanyak 6,508 ton. Namun, melihat kondisi di lapangan target produksi itu bakal terlampui.

Menurut Ketua Kelompok Tani Desa Kradenan, Kecamatan Palang, Yuli Edi Isnawanto, setelah dilakukan dengan randem sampling diperkirakan hasilnya 10 hingga 12 ton per hektarnya. Padahal, dengan sistim tanam konvensional rata-rata hasilnya hanya 7 himngga 8 ton per hektar. Selain itu ‘Jeng’ SRI juga mengurangi pupuk hingga 50 persen.

Hal senada juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Desa Ngadirejo, Kecamatan Widang, Suwandi. Meski pada awalnya petani di Ngadirejo enggan menanam padi dengan pola SRI. Tapi, lambat laun malah kegandrungan. “Ya karena hasilnya bisa meningkat dan mengurang biaya produksi itu. Mkeski bhelum panen, tapi, kami perkirakan hasilnya bakal meningkat dibanding sebelumnya,” jelas Suwandi. (yit)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban