Calon Bidan Antusias Belajar Jurnalistik

kotatuban.com-Meski tidak ada yang mempunyai cita-cita menjadi pekerja pers, mahasiswi Akademi Kebidanan (AKBID) Nahdlatul Ulama (NU) Tuban tetap antusias mengkiuti Sekolah Jurnalistik.

Sekolah Jurnalistik di kalangan calon bidan
Sekolah Jurnalistik di kalangan calon bidan

Sekolah Jurnaslistik itu dihelat wartawan Tuban yang tergabung dalam Ronggolawe Press Solidarity (RPS) bekerja sama dengan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sabtu (12/4).

“Namanya jurnalis itu tidak harus pada satu jenis pendidikan saja, namun, juga semua, termasuk yang kami lakukan di AKBID NU Tuban ini. Meski jelas mereka tidak punya cita-cita menjadi jurnalis, karena jurusan mereka adalah bidang kesehatan. Setidaknya untuk bekal berkomunikasi yang baik, maupun pengelolaan media interen kampus,” ujar Ketua RPS Tuban, Khoirul Huda.

Namun demikian sambung Huda,  jurnalistik  adalah profesi lintas pendidikan. Dia mencontohkan, seorang wartawan ekonomi akan lebih gampang menyampaikan persoalan pemberitaan perekonomian jika berasal dari jurusan ekonomi,  wartawan hukum juga demikian, karena penguasaan pendidikan yang sebelumnya di tempuh.

“Perlu diketahui, wartawan itu adalah lintas pendidikan. Jurnalis tidak harus dilakukan mereka yang berpendidikan secara kuusus jurnalis. Lulusan pendidikan kebidanan, misalnya, akan lebih gampang menulis berita kesehatan dibanding lulusan di luar kesehatan,”  imbuh Huda.

Huda berharap, dengan kegiatan sekolah jurnalis ini, para calon bidan dapat mempraktekan di majalah dinding kampus atau majalah kampus sebagai media penyampai informasi interen mereka.

Sementara itu, salah seorang mahasiswa bernama Hazhiya Nabila (19) mengatakan,  kegiatan sekolah jurnalistik dianggap perlu, meski dia sendiri tidak memiliki cita-cita menjadi jurnalis. Selain memperkaya ilmu, juga dapat diimplementasikan dalam keredaksian majalah kampus.

” Ini bisa dikatakan perlu mas, untuk mberikan pemahaman bagi kami dalam bidang jurnalistik. Walapun jurusan kami bidan, kita bisa menyampaikanya lewat majalah di kampus. Selain itu informasi kesehatan juga bisa kami sampaikan melalui majalah dengan gaya jurnalis yang lebih umum,” katanya. (kim/duc)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.