Kemarau, Petani Dihimbau Tanam Palawija

Tanaman jagung cocok saat musim kemarau
Tanaman jagung cocok saat musim kemarau

kotatuban.com– Pemerintah Kabupaten Tuban menghimbau kepad apetani, agar menanam tanaman palawija atau tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air.  Hal itu dilakukan untuk menghindari gagal panen bagi petani.

“Dinas Pertanian memberikan himbauan kepada kelompok-kelompok tani agar menanam tanaman pertanian yang tahan kering,  seperti palawija, jagung kacang tanah dan sebagainya yang tidak membutuhkan terlalu banyak air,” terang Kabag Humas dan Media Pemerintah Kabupaten Tuban, Teguh Setyabudi saat di konfirmasi, Kamis(14/8)

Disampaikan Teguh, saat musim kemarau seperti sekarang ini, hanya lahan persawahan dengan sistem irigasi baik yang dapat melakukan tanam padi. Seperti perswahan di sepanjang aliran DAS Bengawan Solo atau pertanian yang menggunakan irigasi air sunbgai atau sumur boor.

“Kalau padi itu memang tidak kami sarankan, karena musim kemarau seperti ini, sekalipun lahan persawahan harus mempunyai sistem irigasi teknis yang baik,” kata Teguh.

Teguh juga meminta kepada petani agar memanfaatkan embung maupun waduk yang telah dibuatkan pemerintah sebagai solus iuntuk cadangan air untuk pertanian, seperti di Desa Pucangan, Kecamatan Montong dan Desa Padasan, Kecamatan Kerek, yang dibangun akhir tahun lalu.

“Pemerintah tidak akan tinggal diam, sejumlah lokasi juga telah dibuatkan waduk untuk cadangan air irigasi, manfaatkanlah itu sebaik-baiknya,” imbau Teguh.

Untuk diketahui, musim kering tahun ini merupakan musim kemarau basah, yakni hujan masih sesekali turun di tengah musm kemarau. Kemarau basah disebabkan oleh pengaruh global yakni adanya Lanina (basah) yang menyebabkan curah hujan dimusim kemarau yang bisanya  kurang dari 150 mililiter, masih berada cukup tinggi.

“Ini yang harus diketahui para petani, jangan kira masih ada hujan terus menanam padi, karena hujan ini tidak akan cukup untuk memberikan pasokan air di lahan pertanian tanpa pengairan teknis baik,” pungkas Teguh. (kim)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.