Lomba Tonglek IPNU-IPPNU Jadi Tradisi

 

Kreatifitas peserta lomba tonglek IPNU-IPPNU Tuban
Kreatifitas peserta lomba tonglek IPNU-IPPNU Tuban

kotatuban.com – Lomba tonglek yang dilakukan Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Cabang Tuban di bulan Ramdan menjadi tradisi tahunan. Bahkan, pesertanya juga semakin banyak. Bahkan, sejumlah sekolah ikut ambil bagian kegiatan tahunan itu.

Seperti pada tahun ini, kegiatan yang digelar di Aloon-Aloon Tuban, Jumat (24/06) malam, sekitar 700 anak muda di Tuban mengikuti lomba tonglek IPNU-IPPNU 2016. Ada sekitar 50 kelompok dari pelbagai desa yang mengikutinya. Masing-masing kelompok terdapat 10 sampai 18 personel.

“Tonglek ini dulunya digunakan untuk membangunkan orang sahur dan berkembang sampai sekarang,” ujar Falahudin.

Namun, seiring berjalannya waktu, alat musik tonglek yang digunakan bervariasi. Hanya saja, gong dan kenthongan tidak boleh ditinggalkan agar tidak terkesan meninggalkan tradisi yang pernah dilakukan Sunan Bonang. Generasi sekarang menambahkan alat musik tonglek dengan simbal dan drum.

Tonglek mulai disemarakkan warga Tuban sejak tahun 1992, mulai berkembang pesat sejak tahun 1996 hingga sekarang. Beberapa tahun ini, setiap Ramadan datang, IPNU-IPPNU selalu menggelar lomba tonglek.

“Kami menilai dari segi kreatifitas musik, nada, dan busana peserta,” katanya.

Panitia mensyaratkan, alat musik berupa kenthongan dan gong masing-masing harus ada lima unit untuk setiap kelompok. Sedangkan lagu dan musik yang dinyanyikan diserahkan sepenuhnya kepada peserta.

Jalur lomba yang harus dilalui peserta sekitar 3 kilo meter, yakni mulai dari Aloon-Aloon, menuju Jalan Veteran ke  Jalan Basuki rahmad, dan selesai di kantor PC IPNU-IPPNU di Jalan Diponegoro.

Guna menyemarakkan lomba tonglek, selain kreasi alat musik, setiap kelompok juga membuat bangunan menyerupai masjid, tandu, raja Airlangga, naga. Bangunan tersebut dihiasi dengan lampu warna warni. Mereka membuat dengan biaya sendiri.

“Untuk membuat ini (bentuk naga), kami menghabiskan dana Rp 1,6 juta,” kata Abdurohman, anggota peserta tonglek dari Leran Kulon. (yit)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.