Pelajar Pentaskan Drama Kolosal Perjuangan Letda Soetjipto

Pentas drama kolosal perjuangan Letda Soetjipto
Pentas drama kolosal perjuangan Letda Soetjipto

kotatuban.com – Sekitar seratus pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kecamatan Kerek, Tuban pentaskan drama kolosal perjuangan pasukan Letda Suetjipto melawan penjajah di Tuban. Teather kolosal siswa di bawah bimbingan Koramil Kerek tersebut dipentaskan di lapangan Desa Margomulyo tempat digelarnya Upacara Bendera memperingati kemerdekaan Republik Indonesia ke 71, Rabu (17/8).

Dalam pementasan tersebut diceritakan, pertempuran pasukan Letda Suetjipto, dengan tentara Belanda di Tuban. Yakni pada 18 Desember 1948. Ketika itu kapal perang tentara Kerajaan Belanda (KNIL) mendarat di pesisir kawasan Tambakboyo Tuban.

Dalam pementasan digambarkan, setelah pasukan Belaanda masuk wilayah Kecamatan Senori di Dusun Tapen, Desa Sidoharjo, pasukan Belanda menjarah harta benda warga, sebelum akhirnya kontak senjata dengan pasukan batalyon 17 di bawah komando Letda Suetjipto.

Terjadi pertempuran sengit antara pasukan belanda dengan pasukan batalyon 17 di Dusun Tapen, hingga akhirnya Letda Suetjipto gugur dalam pertempuran di dusun tapen itu.

Komandan Kodim, Kerek Kapten Infantri Warsito, usai kegiatan mengatakan, pementasan tersebut bertujuan memberikan gambaran kepada masyarakat dan generasi muda proses perjuangan merebut tanah air di masa lalu. Dengan begitu generasi muda mengetahui di daerahnya juga pernah menjadi lokasi perjuangan pahlawan.

“Kami sengaja mengangkat perjuangan pahlawan di daerah Tuban yakni Letda Suetjipto, ini lho perjuangan pahlawan di Tuban dimasa lalu,” kata Kapten Warsito, Kamis (18/08).

Setelah pementasan tersebut, masyarakat dan generasi muda diharapkan semakin mencintai tanah air dan semakin menghargai jasa para pejuang. Karena tidak sedikit pejuang yang gugur demi mempertahankan keutuhan dan kesatuan bangsa ini.

“Kami berharap setelah pemuda melihat drama ini semakin cinta tanah air dan menghargai perjuanga para pahlawan. Sekarang sudah merdeka, namun demikian tetap harus berjuang, bukan berperang, namun, memberikan karya terbaik untuk bangsa ini dengan prestasi,” harap Kapten Warsito.

Dalam pementasan itu, antusiasme warga terlihat jelas di sekeliling lapangan. Bahkan jalan di sisi lapangan sempat ditutup karena padatnya warga yang ingin mengetahui pementasan drama kolosal perjuangan Letda Suetjipto itu. (kim)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.