Pilkada Tuban Tak Layak Dapat Anggaran Besar

Mahasioswa saat demonstrasi di depan kantor KPU Tuban
Polisi secara ketat menjaga aksi demo mahasiswa di depan kantor KPU Tuban

kotatuban.com – Mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Makhdum Ibrahim menyebut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tuban tahun 2015 tak layak digelontor anggaran miliaran rupiah. Bahkan, kalangan mahasiswa Nahdlatul Ulama ini menyebut Pilkada Tuban 2015 abal-abal alias tidak serius.

Hal itu ditegaskan saat kalangan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Tuban itu melakukan aksi demonstrasi memperingati hari kesaktian Pancasila di depan gedung DPRD dan KPU Tuban, Rabu (30/9).

Dalam Pemilukada tahun ini KPU mendapatkan anggaran sebesar Rp 27,6 miliar, Panwas Rp6,4 miliar, Polres Rp1,8 miliar dan Kodim Rp390 juta. Dana yang diamblikan dari APBD 2015 yangd iergunakan untuk pesta demokrasi lima tahunan itu lebih dari 36 miliar rupiah.

”Melihat kenyataan Pilkada di Tuban, tidak seharusnya dana milik rakyat itu dihambur-hamburkan untuk Pilkada yang abal-abal itu. Dan KPU sebagai penyelenggara Pilkada harus bertanggungjawab dan transparan dalam penggunaan anggaran Pilkada itu,” teriak sejumlah mahasiswa yang melakukan orasi di depan kantor KPU Tuban.

Aksi mahasiswa di depan kantor kPU Tuban
Aksi mahasiswa di depan kantor kPU Tuban

Penilaian mahasiswa, Pilkada di Tuban ini mestinya cukup dianggarkan tidak lebih dari Rp10 miliar saja. Karena hingga kini greget pelaksanaan Pilkada tidak terasa. Bahkan, psangan calon dari independen juga tidak melakukan kampanye. Belum lagi pemasangan alat kampanye yang amburadul.

“Kalau memasang alat kampanye saja amburadul, ini bentuk penghamburan keuangan. Anggaran itu dari pada dibuang-buang kan lebih baik untuk mendanai protyek-proyek yang ebrbasis kepada rakyat,” terang Wawan Purwadi, salah satu peserta aksi.

Saat di kantor KPU Tuban para mahasiswa tersebut ditemui oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban, Kasmuri. Menurutnya, KPU Tuban telah bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Bahkan, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi-sosialisasi. Terkait anggaran, juga ada yang mengawasi.

”Untuk anggaran kita sangat transparan, dan ada tim yang mengawasi kita. Jadi, penggunaan anggaran Pilkada sudah sesuai dengan aturan yang ada,” pungkas Kasmuri. (duc)

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban