Pinggir Jalan Raya Jadi Pembuangan Sampah

image
Sampah berserakan dipinggir jalan raya

kotatuban.com– Sejumlah titik ruas jalan di wilayah Kecamatan Montong dan Merakurak menjadi tempat pembuangan sampah warga. Akibatnya, banyak sampah rumah tangga, plastik maupun sampah lainnya berserakan di pinggir jalan dan menjadi pemandangan tidak sedap.

Bahkan sampah-sampah itu tertiup angin dan berserakan di jalan raya.  Lokasi yang jauh dari pemukiman warga membuat orang tidak sadar kebersihan lelusa melempar sampah dari kendaraan mereka dilokasi tersebut.

Karno (60) warga di sekitar lokasi pembuangan sampah mengatakan, banyak orang yang membuang sampah ketempat itu, kadang dengan jumlah cukup banyak yang diangkut menggunakan mobil.

“Kadang malah ada yang membuang sampah disini bawa mobil, gak tahu itu sampah dari mana, langsung dibongkar begitu saja,” kata Karno, Selasa (20/10).

Dijelaskan petani yang menggarap ladang tidak jauh dari pembuangan sampah liar itu, kerap ikut membersihkan sampah dengan cara membakarnya. Dengan cara tersebut setidaknya sampah tidak berserakan ke mana-mana tertiup angin.

“Sepertiya sampah rumah tangga, plastik juga banyak, makanya kadang dibakar sama petani sekitar sini biar tidak berserakan,” terang Karno.

Sementara itu, Camat Montong, Agus Wijaya, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya menyayangkan aksi masyarakat yang membuang sampah sembarangan di lokasi itu. Apalagi, sampah yang dibuang tidak jarang menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan pengguna jalan.

“Kami sulit melacak siapa yang membuang sampah di situ, padahal disitu juga sudah pernah dipasang larangan agar tidak membuang sampah,” terang Camat Montong itu.

Sementara itu, pantauan kotatuban.com, tempat pembuangan sampah liar juga terdapat di jalan Kecamatan Montong menuju Kecamatan Kerek, tepatnya di sekitar sumber mata air Ngipeng. Dilokasi itu sampah juga dibuang secara liar dipnggir jalan dan menimbulkan bau tidak sedap hingga jalan raya.(kim)

  

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban