Pria Sebatangkara Tewas Membusuk di Rumahnya

Petugas saat memasang police line di TKP
Petugas saat memasang police line di TKP

kotatuban.com-Warga yang tinggal di jalan Sunan Giri, Kelurahan Latsari, Kecamatan Kota Tuban digegerkan dengan tewasnya warga setempat yang sudah membusuk di dalam kamar rumahnya sendiri.

Korban tewas itu diketahui bernama Heri Setiawan (41), warga yang tinggal di Jalan Sunan Giri, Nomor 55 Kelurahan Latsari, Kota Tuban. Selama ini korban diketaui hidup sendiri di rumah itu tanpa istri maupun kerabat lainya.

Jasad pria malang tersebut pertama kali diketahui warga sekitar rumahnya yang mencium bau busuk cukup menyengat dari dalam rumah. Karena penasaran dan mencurigai hal buruk terjadi, sejumlah tetangga korban kemudian masuk dan mendapati korban telah meninggal dengan kondisi cukup memprihatinkan.

“Awalnya yang membuka Pak Yuda, tetangga sebelah rumah korban. Ternyata setelah dibuka kondisinya sudah seperti itu,” terang Kamali, Ketua RT 2 jalan Sunan Giri, Kelurahan Latsari, Kota Tuban.

Kondisi Heri saat ditemukan berada di atas tempat tidur, dengan barang barang berserakan di sekitarnya, mayat juga telah menghitam dan mengeluarkan bau busuk, karena korban diduga sudah meninggal beberapa hari.

“Korban ini tinggal sendirian di rumah tidak ada istrinya ataupun anaknya. Biasanya juga terlihat keluar rumah, tapi sejak beberapa hari terakhir tidak pernah terlihat,” lanjut Kamali saat berada di TKP.

Sementara itu, petugas Polres Tuban yang mendapatkan laporan langsung melakukan olah TKP dan mengidentifikasi korban. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke kamar jenazah RSUD Tuban guna penyelidikan lebih lanjut.

“Masih belum mengetahui penyebab kematian korban. Jasad dibawa ke RSUD untuk dilakukan otopsi,” terang AKP Supar, Kapolsek Kota Tuban.

Dari lokasi kejadian petugas menemukan obat-obatan berupa kapsul. Ada dugaan jika pria pengangguran tersebut tewas dengan kondisi mengenaskan itu lantaran mengalami sakit yang diderita. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban