PT SG Latih Warga Membuat Sarung Tenun

image
Kasi Bina Lingkungan PT Semen Gresik Hwri Kurniawan saat melihat pelatihan tenun di Desa Sumnwrarum, Kerek

kotatuban.com-PT Semen Gresik terus berkomitmen membangun lingkungan, salah satunya adalah membangun ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan bagi warga yang tinggal di sekitar perusahaan.

Salah satu kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dilakukan PT Semen Gresik adalah melatih sejumlah warga membuat tenun sarung.

Mereka yang dilatih adalah warga Desa Kedungrejo, Mliwang, dan Sumberarum, kesemuanya di Kecamatan Kerek sebanyak 30 orang. Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga bulan dan sidah dimulai Desember lalu.

“Ini pengalaman baru, selama ini kami bekerja menjadi buruh membatik,” ujar Sumiati, warga Kedungrejo, Kecamatan Kerek, yang mengikuti pelatihan menenun.

Dibimbing instruktur yang berpengalaman dalam pembuatan kain tenun. Peserta dari tiga desa yang berjumlah 30 orang mengikuti kegiatan menenun menggunakan alat tenun tradisional yang dipusatkan di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek.

“Saya sudah hampir satu bulan dilatih membuat kain tenun. Sekarang sudah bisa membuat sarung tenun, tidak hanya polos,  sekarang sudah bisa membuat kain tenun motif,” terang ibu rumah tangga itu.

Hal senada diungkapkan peserta lain bernama Turwati. Dia berharap pelatihan ini tidak sekerad dilaksanakan kemudian berakhir begitu saja, namun juga ada tindak lanjut dari Semen Gresik berupa pendampingan serta bantuan peralatan tenun agar usai pelatihan ilmu yang didapat peserta dapat dikembangkan.

“Kalau saya berharap ada tindak lanjut dari perusahaan, terutama soal modal. Dan paling penting peralatan tenun ini agar kami dapat mengembangkan usaha tenun di desa kami,” harap Turwati.

Menanggapi harapan para peserta itu, Kasi Bina Lingkungan PT Semen Gresik, Heri Kurniawan mengatakan, setelah pelatihan yang dilaksanakan sejak Desember lalu, PT Semen Gresik masih akan melakukan pendampingan selama satu tahun. Peralatan tenun yang saat ini digunakan untuk belajar juga akan dihibahkan ke masing-masing kelompok peserta.

“Tentu saja kami akan menghibahkan alat ini nantinya usai kegiatan. Kami masih akan melakukan pendampingan selama setahun kepada kelompok ini sampai menjad ahli. Harapannya, mereka dapat berkembang secara mandiri,” terang Heri.(kim)

 

 

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban