Banjir Diprediksi Lebih Lama, Warga Diminta Waspada

kotatuban.com -Warga bantaran sungai Bengawan Solo di Kabupaten Tuban diminta waspadai banjir. Paslnya banjir luapan Bengawan Solo tahun ini diprediksi lebih lama dari banjir sebelumnya. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPB) Tuban menetapkan siaga merah lebih lama dibanding sebelumnya.

“Siaga merah ini lebih lama, kemarin sempat turun sekarang naik lagi, kita berharap warga meningkatkan kewaspadaan dan hat-hati,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Joko Ludiyono, Rabu (30/11).

Joko menjelaskan, banjir kali ini merupakan banjir tertinggi sejak tiga tahun terakhir. Karena posisinya berada di ketinggian 8,31 phielscale di papan duga Keamatan Babat. Padahal banjir tertinggi sebelumnya yang pernah tercatat hanya 8,10 phielscale pada tahun 2010.

“Ini menjadi banjir tertinggi sepanjang 3 tahun terakhir, kita berharap tidak lebih tinggi lagi,” terang Joko.

Jika banjir terus naik, Joko khawatir tanggul Bengawan Solo yang kritis tidak mampu menahan laju air dari hulu , dan akan berdampak buruk pada kondisi tanggul.

“Semoga aman, dan tidak terjadi hal buruk, kami tidak bermaksud menakuti namun segala antisipasi perlu dilakukan,” pungkas Joko.

Untuk diketahui, kondisi ketinggian ari di papan duga Taman Bengawan Solo, Bojonegoro,  siang tadi dilaporkan mencapai 14, 79 phielscale,  sedangkan di Kecamata Babat papan duga menunjukan 8,38 phielscale atau di atas posisi siaga merah yakni 8.00 phielscale. (kim)

a

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.