Gantung Diri Tinggalkan Tujuh Pesan

Surat pesan Diidik Wahyudi
Surat pesan Diidik Wahyudi

kotatuban.com – “Bapak, Ibu, sepurane seng akeh, sampek sakiki durung iso gawe seneng bapak ibu, aku titip Bila bu. Selama iki aku wes berusaha apik tapi mungkin buat mereka semua masih kurang apik ku. Cuma satu nek aku mati gak usah ditangisi, diikhlaskan, semua ada yang ngatur kita hanya menjalankan”.

“Mertuaku, terimakasih panjenengan mertua yang paling baik, sopan, sabar, selalu mengalah dan tidak pernah mengatur urusan orang lain”

“Isteriku maaf, mungkin tidak sesempurna mantan suami sampean. Terima kasih atas semuanya,”

“Mas Sis, sepurane nek aku akeh salahe. Masalah sepedah, tanah, rumah, semua ae yang boleh ngambil sepedahku cuma anakku wedok/Bila dan bpk/ibuku. Matur suwun Yo mas,”

“Keluarga, maturnuwun pak dhe, bu dhe, pak lek, bu lek dan saudara2 sepupuku, kalian semua semangat hidupku. Aku titip bpk/ibu karo Bila ya, sepurane ngrepoti,”

“Teman2, sak durungu aku njalok sepuro seng akeh, selama konconan aku akeh salahe, tulong sepuro yo aku sak keluargaku sering ngrepoti kalian, sepurane yo. Matursuwun,”

“Poppy Salsabila, nak maafkan bpk. Bapakmu belum bisa membahagiakan sampyan nak. Pesen bpk, nurut sama uti, kung, mbah yun/wanto, kung har, mbah buk, ibu karo radit. Temani uti ya nak, jadilah orang nanti kalau sudah dewasa. Itu saja pesen bapak. Jangan nakal sama nangisan. Oke brow

Itulah isi surat yang di tulis Didik Wahyudi (32), warga Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding sebelum dia mengakhiri hidupnya. Pria satu anak tersebut nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar rumah barunya yang baru ditempati beberapa bulan di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.

”Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, dengan meninggalkan selembar surat yang terletak dari tempatnya mengakhiri hidupnya,” terang,  Kapolsek Semanding, AKP Desis Susilo, Senin (25/07).

Korban pertama kali ditemukan Andri Kodariyana yang masih keluarga dari korban, pada Sabtu (23/07) malam. Saat itu, ia pergi kerumah korban yang baru ditempati. Ketika berada dilokasi, rumah tersebut dalam keadaan terkunci dan lampu mati. Selain itu, didalam rumah juga tercium bau busuk.

Merasa curiga, Andri Kodariyana langsung membuka pintu rumah dengan cara paksa. Saat masuk di dalam kamar, dia terkejut karena menemukan Didik Wahyudi sudah terbujur kaku dengan leher terikat kabel listrik berwarna putih.

”Korban gantung diri dengan menggunakan kabel berwarna putih. Diduga korban melakukan tindakan nekad itu telah beberapa hari,” ungkapnya,

Mengetahui itu, kejadian tersebut petugas kepolisian dari Polres Tuban langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian korban. Hasil olah TKP dan keterangan medias bahwa korban meninggal dunia murni bunuh diri.

”Hasil identifikasi bahwa di tubuh korban tidak di temukan tanda tanda penganiayaan. Korban murni gantung diri, diduga ada masalah keluarga,” pungkasnya. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.