Kurang 10 Tahun Mata Air di Jatim Bertambah 500 Buah

kotatuban.com – Mata air di Provinsi Jawa Timur dalam kurun waktu kurang dari 10 tahun bertambah sekitar 500 sumber mata air. Sumber mata air tersebut tersebar diseluruh wilayah Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada menanam pohon peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (MBN) 2016 di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Senin (28/11).
”Kurang dari 10 tahun ini di Jawa Timur bertambah sekitar 500 mata air,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dalam sambutannya.
Bertambahnya mata air tersebut, lanjut Pak De Karwo panggilan akrab Soekarwo mengatakan, tidak lepas dari komitmen masyarakat Jawa Timur untuk menjaga hutan dan menanam pohon. Sehingga, hal tersebut membuat Jawa Timur mendapatkan penghargaan terkait lingkungan hidup.
”Jawa Timur mendapatkan penghargaan terkait lingkungan hidup dalam beberapa tahun berturut-turut,” tandasnya.
Menurutnya, di Jawa Timur ada seluas 1,3 juta hektar atau 28,3 persen dari total wilayah terdapat hutan lindung. Selain itu, juga ada seluas 743 ribu hektar hutan rakyat di Jawa Timur.
”Kita berkomitmen untuk menjaga hutan yang telah ada. Juga akan terus mengembangkan hutan di Jawa Timur untuk kelestarian alam kita,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Menanam pohon sebanyak 238.000 batang pohon dalam waktu satu jam secara serentak yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memecahkan rekor dunia atau Guiness Book of Record.
Penanaman pohon dilahan seluas 23 hektar yang berada di Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Senin (28/11) tersebut juga diikuti oleh sekitar 5.500 petani. Selain itu, kegiatan dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (MBN) 2016 tersebut juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan dihadiri pula para pejabat negara lainnya. (duc)
Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.