Ngalap Berkah Nelayan Larung Sesaji ke Tengah Laut

larung-sesaji-2kotatuban.com -Pagi itu ratusan warga Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban tengah berkumpul di balai kelurahan setempat. Dengan membawa beragam makanan dan buah-buahan warga yang merupakan nelayan di kampung itu berdoa bersama, sebagai wujud sukur atas berkah mereka sepanjang tahun ini.

Warga Karang Sari ini sedang melakukan syukuran dan larunga sesaji ke tengah laut. Tradisi ritual ini sudah dilakukan nenek moyang mereka sejak turun temurun. Ritual itu sebagai bentuk bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus meminta agar dijauhkan dari bahaya saat melaut mencari ikan.

“Kami ini akan melakukan larung sesaji ke laut, ini sebagai bentuk syukur dan memohon kepada Allah agar kegiatan melaut mendapatkan berkah,” ujar panitia kegiatan larung sesaji, Joko Widodo, Rabu (28/09).

Sesaji yang terdiri dari beragam makanan, mulai dari ayam panggang, jajanan tradisional hingga buah-buahan sebelum dilarung ke laut, sesepuh warga melantunkan doa dan diikuti seluruh warga di lokasi.

“Didoakan dan sesaji diarak keliling kampung menuju tempat larung yang ada di belakang perkampungan nelayan Karangsari,” kata Joko.

Sesampainya di pantai, sesaji beragam makanan dan buah-buahan yang ditempatkan diatas minatur perahu akan dibawa ke tengah laut menggunakan perahu nelayan. Sedikitnya lima puluhan perahu nelayan yang dihiasi dengan bendera berwarna-warni ikut mengiringi sesaji ketengah laut yang sudah didoakan itu.

“Sebelaum ini sembol kesejahteraan berupa kepala sapi juga telah ditancapkan diatas tonggak di tepi pantai,” lanjut Joko.

Setelah menempuh jarak kira-kira 3 mil dari bibir pantai, sesaji kemudian dilepaskan. Sesuai kepercayaan, para nelayan yang ikut mengiringi langsung menceburkan diri ke laut utuk mandi, termasuk sejumlah anak-anak yang ikut dalam perahu pengiring. Mereka percaya dengan mandi atau mengambil air disekitar sesaji akan memperoleh keberkahan.

Pelepasan bekakak ini menjadi akhir prosesi sedekah  laut nelayan Karangsari, Tuban. Dengan menggelar tradisi ini warga berharap keberkahan dan keselamatan mencari ikan di laut selalu mengiringi mereka.

“Ini sudah menjadi tradisi, pada dasarnya ini adalah wujud sukur dan doa kepada Allah, agar diberikan keselamatan dan keberkahan serta limpahan hasil ikan’,” terang Heri Subagyo, Lurah Karangsari, Tuban.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perekonomian dan Pariwisata, Kabupaten Tuban, Sunaryo mengatakan, jika tradisi itu patut dijaga masyarakat pesisir. Sebab selain untuk melestarikan kebudayaan, kegiatan tersebut juga sebagai tali silaturahmi antar warga, dan mampu menjadi agenda wisata di Tuban.

“Ini kegiatan bagus, dan perlu dlestarikan, untuk menjaga kelestarian budaya, selain itu bisa menjadi penyambung silarutrahmi antar wrga,” kata Sunaryo.

Bidang pariwisata dan kebudayaan sendiri tidak mengetahui awal pasti sejarah budaya itu, namun dperkirakan sudah ada sejak puluhan tahun, ini berdasarkan penelitian dan wawancara kepada sejumlah warga daan sesepuh di kampong nelayan Tuban.

“Pastinya kapan budaya itu tidak ada, namun sudah dilakukan sejak turun temurun berdasarkan survei kami,” pungkas Sunaryo. (kim)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.