Rawan Longsor, Jalan Penghubung Tuban-Bojonego Di Senori Butuh Perhatian

Rapuh. Tebing tanah liat yang ada di pinggiran jalan di Kecamatan Senori ini rawan longsor, terlebih saat turun hujan
Rapuh. Tebing tanah liat yang ada di pinggiran jalan di Kecamatan Senori ini rawan longsor, terlebih saat turun hujan

kotatuban.com– Jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, di Kecamatan Senori, tepatnya di Desa Banyuurip, disinyalir rawan mengalami kelongsoran, terlebih saat kondisi turun hujan seperti akhir-akhir ini. Minimnya sarana penguat atau penghijauan di kawasan tersebut menyebabkan tanah di kawasan tersebut mudah tergerus air hingga menyebabkan longsor.

Menurut Widi (28) warga Desa Banyuurip, Kecamatan Senori,  hujan deras beberapa waktu lalu juga telah menyebabkan  longsor di beberapa titik di jalur tersebut. Tembok penahan lereng juga hancur akibat terkena material longsoran.

“Bahaya juga kalau pas longsor ada yang melintas, apalagi sekarang musim penghujan,” kata Widi.

Widi sendiri cukup was-was saat melintasi jalur tersebut, apalagi saat hujan terjadi. Menurut dia pemerintah harus segera turun tangan mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dengan membuat bronjong atau penahan di lereng dekat jalan itu.

“Mungkin orang sini sudah hafal, jadi mereka bisa waspada, kalau orang luar daerah yang kebetulan melintas saat hujan deras, bisa bahaya,” lanjut Widi.

Sementara itu, Camat Senori, Eko Julianto membenarkan jika daerah tersebut memang rawan longsor. Menurut eko Julianto, tahun 2016 ini pemerintah sudah menganggarkan sekitar 5 M untuk pembangunan proyek tembok penahan tebing, sekaligus perbaikan jalan Kecamatan Senori.

“Kami akan segera memasang tanda peringatan. Dan tahun ini sudah dianggarkan untuk pembangunan tembok penguat  tebing”, jelasnya. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban