Sengketa Tanah PT SI Vs Warga Gaji, Pemilik Tanah Laporkan Mantan Kades Gaji

image

kotatuban.com– Polres Tubam terus mengumpulkan bukti adanya dugaan pemalsuan data tanah milik warga Desa Gaji yang dibeli PT Semen Indonesia (PT SI) yang daat itu masih bernama PT Semen Greaik (SG) pada 1998 silam.

Upaya itu dilakukan Polres terkait laporan pemilik tanah seluas 30,7 hektar tersebut. Pemilik tanah menduga adanya rekayasa jual beli yang dilakukan Tahar, yang saat itu menjabat Kepala Desa Gaji, Kecamatan Kerek.

Akibat pemalsuan data yang diduga dilakukan Tahar, tanah itu menjadi aset PT SI, padahal para pemilik tanah tidak merasa menjualnya.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Suharyono mengatakan, kasus itu telah dilaporkan ke polisi tahun 2013 lalu. Namun, hingga kini pihak kepolisian masih kesulitan mengumpulkan bukti-bukti,  karena obyek yang dilaporkan, (pemalsuan data penjualan tanah) tidak diserahkan oleh warga kepada kepolisian.

“Kami kesulitan mengumpulkan bukti, karena saat kasus itu dilaporkan, obyek yang dimaksud tidak diserahkan kami ,” kata AKP Suharyono, Jumat (6/3/.

Kasat Reskrim menjelaskan, untuk melakukan pemeriksaan kemudian menetapkan mantan Kades Gaji,  Tahar sebagai tersangka seperti permintaan warga Desa Gaj, tentu memerlukan bukti berupa obyek yang dipalsukan seperti yang dituduhkan warga sebagai dasar pelaporan.

Sementara langkah kepolisian meminta bukti jual beli dan data pemilik lahan, yang menurut warga dipalsukan belum didapatkan. Padahal, kepolisian telah mengirimkan surat kepada  Badan Pertanahan Nasional (BPN), Pihak Semen Indonesia maupun Notaris yang mencatat jual beli tanah tersebut belum juga ada balasan.

“Kami sudah mengirimkan surat baik kepada perusahaan (PT SI) maupun BPN,  namun kami belum mendapatkan bukti yang kami minta itu,” terangnya.

Dia berharap, pihak-pihak yang terkait sengketa bersedia memberikan berkas dan bukti pembelian maupun data yang diduga dipalsukan untuk membantu proses penyelidikan.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Gaji , pemilik 16 bidang tanah yersebut tidak bisa mensertikatkam tanah mereka, lantaran tanah tersebut sebelumnya sudah diajukan untuk mendapatkan sertifikat .

Upaya mediasi dan pertemuan antara warga Gaji, BPN dan pihak perusahaan dengan DPRD juga masih belum menemukan titik terang karena rumitnya kasus ini. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban