Sistem Resi Gudang Tuban Belum Optimal

image
Petani belum.manfaatkan sistim resi gudang

kotatuban.com-Sistem resi gudang yang dibangun dalam rangka mendukung stabilitas harga jual produk pertanian saat musim panen, rupanya belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani di Kabupaten Tuban. Kapasits gudang yang mampu menampung hingga 2.500 ton gabah, ternyata hanya terisi  100 ton saja pada musim panen ini.

Anggota komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Tuban Cancoko, mengatakan, sistem resi gudang di Kabupaten Tuban belum berjalan maksimal. Hal itu sangat disayangkan jika gudang yang dibangun pemerintah serta dilengkapi peralatan lengkap itu tidak dimanfaatkan petani..

“Ada beberapa faktor petani masih enggan memanfaatkan resi gudang itu.  Kalau saya  melihat kurangnya sosialisasi dari dinas terkait, sehingga banyak petani yang tidak tahu.,” kata Cancoko.

Menurutnya, dinas terkait mestinya harus melakukan sosialisasi lebih gencar lagi. Selain itu juga lebih serus meyakinkan kepada petani keunggulan dan keuntungan jika menitipkan hasil panen ke resi gudang. Salah satunya hasilnpanen itu bisa dijual saat  membaiknya harga produk pertanian.

“Apa saja yang diterima jika dititipkan di sistem resi gudang itu, manfaatnya apa saja, ini yang harus disosialisasikan. Jangan sampai gudang yang dibangun dengan uang rakyat itu sia-sia,” imbuh Cancoko.

Selain sosialisasi, menurut Cancoko pemerintah sepertinya juga perlu pembangun sistem resi di tempat lain, megingat lokasi gudang yang ada saat ini berada di ujung timur wilayah Tuban, yakni, di dekat pertigaan Gandul.

“Keberadaan Resi Gudang itu juga terlalu jauh, terutama bagi petani di wilayah barat seperti Jatirogo dan Kenduruan.Makanya ini agak sulit juga dijangkau warga di sana, “ katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perekonomian dan pariwisata (Disperpar) Kbaupaten Tuban, Bismo Aji mengatakan, jika selama ini Dinas Perekonomian telah melakukan sosialisasi, kepada petani dan kelompok tani di Tuban.

“Kami sudah melakukan sosialisasi, bahkan pekan lalu kami juga sosialisasi bersama dinas Provinsi,” kata Bismo.

Diakui Bismo, saat ini sistem resi gudang di Tuban sudah cukup digunakan petani meski jumlahnya sangat minim. Saat ini dari total kapasitas gudang yang mampu menampung 2.500 ton hasil pertnian, 56 ton hasil pertanian dari hasil panen musim ini sudah dititipkan di gudang resi.

“Target pemerintah 2016 ini 135 ton, tapi sekarang ini baru 56 ton hasil pertanian yang dititipkan di resi gudang,” katanya.

Bismo berharap, para petani aktif mengunakan sistem resi gudang, ini juga bermaksud agar aktiftas tengkulak yang kerap mempermainkan harga saat musim panen dapat diputus.

“Harapan kami, para petani bersedia menitipkan hasil panenya saat musim panen raya, dengan begitu mereka dapat menjual hsil panen saat harga membaik,”  imbau Bismo. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban