Pertamina Siapkan Lahan 60 Ha untuk Terminal LPG di Jenu

kotatuban.com-PT Pertamina telah menyiapkan lahan 60 hetar di wilayah Kecamatan Jenu, di Desa Remen dan Mentoso. Lahan seluas itu bakal digunakan untuk pembangunan terminal Liquid Petrolium Gasl (LPG).

Sekarang sudah mengajukan perizinan ke Pemab Tuban. Diharapkan dalam tiga bulan ke depan seluruh proses perijian tuntas dan pembangunan terminal LPG di Jenu bisa dimulai.

“Targetnya pada 2021 tuntas dan bisa operasional. Sehingga, dapat mengurangi pengangguran di wilayah Kabupaten Tuban, “ terang ,” ujar General Manager, Pertamina, Marketing, Operation, Regional (MOR) V, Ibnu Chouldum, dihadapan sejumlah Pimpinan Redaksi media, Jatim dan Jateng, saat media Gathering di Pulau Bali, Senin (19/02).

Chouldum menjelaskan, proyek dengan investasi sekitar 14 triliun rupiah tersebut diprediksi nampu menyerap sedikitnya 1.000 tenaga kerja, yang akan membuka lapangan kerja bagi warga Tuban. Untuk lokasi sendiri, terminal LPG akan ditempatkan di lokasi yang tidak jauh dari PT TPPI, dengan lahan yang dibutuhkan sekitar 60 hektar.

“Kami dikasih waktu 6 bulan untuk urus ijin, namun kita targetkan tiga bulan selesai, insyaAllah 2021 selesai proyeknya, mudah mudahan ekonomi di Tuban tumbuh, PAD naik donk,” katanya.

Terminal LPG di Tuban itu nantinya akan memasuk kebutuhan LPG wilayah Jawa Timur dan sebagian wilayah Jawa Tengah. “Tuban letaknya strategis, sehingga terminal LPG di bangun di wilayah tersebut,” papar Ibnu.

Disinggung soal lahan yang akan digunakan, mengingat saat ini pembebasan lahan bakal Kilang Tuban yang juga proyek besar Pertamina masih menemi kendala, Chouldum menjamin untuk proyek terminal LPG sudah tidak ada masalah, karena lahan yang dibutuhkan untuk proyek terminal LPG sudah dipastikan beres.

Sementara itu, Sekertaris Daerah kabupaten Tuban, Budi Wiyana membenarkan, soal rencana pembangunan terminal LPG, di Kecamatan Jenu Tuban itu. Saat ini perijinan sudah diproses.

“Rencana itu benar, dan perijinan sedang diproses. Sehingga, pembangunan terminal LPG bisa segera dilakukan,” ungkap Budi Wiyana. (ros)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban