Terendam Air, Petani Cabai Panen Dini

Petani cabai terpaksa panen dini, karena tanaman mereka terendam air
Petani cabai terpaksa panen dini, karena tanaman mereka terendam air

kotatuban.com-Banjir luapan Bengawan Solo yang menggenangi lahan pertanian di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel, Tuban,  membuat petani cabai di desa setempat terpaksa panen dini. Lantaran tanaman cabai mereka tergenang air dan dikhawatirkan embusuk.

“Surut belum tentu Mas, meski rugi ya dipanen saja, lumayan masih laku dijual, kalau dibiarkan takut membusuk,” ujar petani cabai Desa Ngadirejo, Syakur, Rabu (10/02).

Banjir Bengawan Solo yang berlangsung sejak dua hari terakhir  membuat para petani cabai setempat sedih. Mereka mengaku menderita kerugian hingga jutaan rupiah disebabkan tanaman cabe yang sebenarnya hampir memasuki masa panen terendam banjir. Kualitas cabai juga buruk lantaran masih hjau sudah dipetik. Mestinya petani dapat menjual cabai minimal Rp10.000 per kilogram (Kg), namun, karena kondisi tersebut cabai hanya laku Rp4.000 saja perkilonya.

“Sebnarnya, sebentar lagi panen. Sekitar semingguan lagi. Mungkin balik modal saja sulit mas, tapi untuk meminimalkan kerugian ya dipanen saja” keluh Syakur.

Selain kualitas cabe menurun, banjir juga membuat hasil panen turun drastis. Batang cabai yang biasanya dapat dipanen lebih dari dua kali, akibat terendam banjir hanya dapat dipanen sekali saja karena diprediksi pohon cabai akan mati karena terlalu banyak air.

“Paling sekali panen ini, soalnya pohon pasti mati kalau terendam banjir terlalu lama,” terang petani cabai itu.

Saat ini petani hanya bisa pasrah dan berharap banjir segera surut, agar mereka dapat beraktifitas kembali mengolah lahan pertanian. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban