Terminal Baru Tuban, Proyek Setengah Gagal?

Terminal Baru Tuban.  Foto: wisatablog15.blogspot.com
Terminal Baru Tuban. Foto: wisatablog15.blogspot.com

kotatuban.com – Meski sudah beberapa tahun berdiri, hingga kini Terminal Baru Tuban belum menampakkan fungsi sebagaimana diharapkan pada saat awal proyek tersebut dibangun.  Pasalnya, terminal tipe A yang berada di Jalur Pantura tepatnya di Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu dan dibangun pada tahun 2002 tersebut hingga kini masih sepi dan belum menampakkan tanda-tanda perubahan ke arah yang lebih baik. Bus antar kota maupun antar propinsi kebanyakan masih enggan singgah di Terminal tersebut, Sabtu (09/08).

Belum maksimalnya terminal yang menyatu dengan tempat wisata tersebut diungkapkan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Husain beberapa waktu yang lalu. Menurut Noor Nahar Hussein, terminal yang dibangun melalui dana APBD sebesar Rp 31 milyar tersebut hingga saat ini tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
”Ya, terminal tersebut sejak mulai dibangun hingga saat ini belum berfungsi dengan baik. Tidak berfungsinya terminal tersebut ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satunya semakin sepinya transportasi umum saat ini. Selain itu, terminal baru tersebut tempatnya juga kurang strategis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wabub Noor Nahar mengatakan, untuk menangani hal tersebut saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban akan menggandeng pihak ketiga untuk menjadikan tempat tersebut selain sebagai terminal juga sebagai tempat wisata yang menarik.
”Kita saat ini akan mencoba kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola terminal wisata kambang putih tersebut. Sehingga, bangunan yang begitu megah tersebut tidak sia-sia,” pungkasnya.
Bus Memilih Ngetem di Tepi Jalan (Terminal Lama)
Terminal bayangan.
Terminal bayangan.

Entah apa yang ada di benak para sopir bus itu, yang jelas hingga kini kebanyakan mereka lebih memilih ngetem di pinggir jalan, bekas terminal lama, tepatnya pertigaan RE Martadinata. Lokasi tersebut seolah menjadi terminal bayangan. Sebab hampir tiap hari, para calon penumpang lebih memilih menunggu kendaraan di tempat tersebut daripada menunggunya di Terminal Baru.

Pantauan kotatuban.com, Sabtu (09/08) dilapangan dipertigaan Jalan RE Martadinata menjadi tempat untuk menaikkan maupun menurunkan penumpang. Sehingga, aktifitas tersebut mengganggu pengguna jalan.
”Iya mas, banyak bus jurusan Semarang-Surabaya maupun MPU yang naik maupun menurunkan penumpang disini. Sehingga hal itu sangat mengganggu pengguna jalan,” terang, Hardi salah satu pengguna jalan yang ditemui kotatuban.com.
Sementara itu, Bowo (31) salah satu calon penumpang yang akan menuju Surabaya mengatakan, bahwa dirinya lebih memilih naik bus dari pertigaan Jalan RE Martadinata tersebut. Pasalnya, semua bus yang akan menuju Surabaya dapat dipastikan akan berhenti ditempat tersebut.
”Ya, lebih enakan naik bus dari sini mas dari pada harus ke terminal. Kalau ke terminal jauh, selain itu angkutan kota tidak ada yang sampai ke terminal,” ujar pria asal Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban tersebut. (duc)
 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban