Ternak Perkutut Semakin Menjanjikan

image
Bagus, peternak perkutut

kotatuban.com-Semakin banyaknya penghobi burung dewasa ini,  termasuk burung legendari yang rupanya tidak pernah surut oleh keberadaan beragam jenis burung kicau lainya, yakni burung perkutut. Hal itu membuat budidaya burung jenis pemakan biji-bijian ini mampu menjadi ladang bisnis yang menguntungkan, tidak heran jika kemudian muncul ungkapan perkutut tidak ada matinya.

 Salah satu peternak perkutut Bagus, warga Karang Indah, Tuban, yang sukses berternak burung perkutur dengan suara merdu itu. Berawal dari coba-coba dan kecintaannya kepada burung, membuat pria itu mampu membudidayakan perkutut yang memiliki nilai ekonomis dan menjanjikan. 

“Awalnya saya main di burung kicau sebagai penghobi biasa, belakangan saya malah tertarik perkutut dan beralih ke perkutut,” ujar Bagus, saat disambangi dirumahnya, Senin (12/10).

 Menurut Bagus, dirinya tidak pernah menyangka bisa  berternak perkutut yang awalnya dianggap hanya memiliki suara monoton, namun, setelah mengenal beberapa teman pecinta perkutut, Bagus mulai mendalami dan memahami jika suara perkutut yang awalnya monoton tersebut memiliki fariasi suara yang beragam.

“Dari kawan yang cinta perkutut saya kemudian banyak belajar pengalaman juga bertambah seiring berjalannya waktu, dan akhirnya mencoba menangkarkan burung ini, dari beberapa indukan,” terangnya.

Bagus mengaku, soal perawatan burung perkutut tidak terlalu sulit, selain itu jenis burung ini juga tidak terlalu rentan penyakit sehingga cukup mudah dalam urusan perawatan dari beragam penyakit dan kesehatannya.

 “Burung perkutut ini memiliki ketahanan cukup bagus terhadap penyakit, dengan pakan cukup dan minum cukup, burung perkutut tidak akan kena penyakit,” katanya.

Soal harga kata Bagus, di Kabupaten Tuban, perkutut masih relatif murah, yakni antara Rp200.000 hingga Rp1.000.000 per ekor. Harga tersebut disesuaikan dengan usia dan jenis burung perktut (Lokal/Bangkok). Sayangnya Bagus masih merahasiakan berapa omset bulanan dari beternak burung yang umum dimiliki oleh orang tua atau dewasa tersebut.

“Harga berkisar dua ratus hingga sejutaan, lumayan rata-rata sebulan dapat jual sampai lima ekor dari indukan yang saya miliki saat ini,” pungkas Bagus. (kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban