Tetapkan Tersangka Polres Buru Dua Orang Teman Wartawan Pemeras

image
ER, baju putih yang ditetapkan sebagai tersangka

kotatuban.com – Kepolisian Resort (Polres) Tuban menetapkan wartawan media online Surya Indonesia (SI) yang berinisial ER, warga Kabupaten Mojokerto sebagai tersangka, dalam kasus pemerasan terhadap kontraktor yang bernama Kartono.

”Kita sudah menangkap ER yang mengaku sebagai wartawan. Saat ini sudah kita ditetapkan tersangka dan ditahan di Mapolres Tuban,” terang Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Suharta, Kamis (14/01).

Berdasarkan hasil penyilidikan kepolisian, ER ditetepakan sebagai tersangka tunggal. Pasalnya,  tersangka melakukan perbuatan pemerasan secara sedirian. Kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap korban. Tetapi terkait masalah proyek masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

”Untuk proyek yang dikerjakan korban masih dalam penyelidikan, apakah itu bermasalah atau bagaimana, kita masih lidik,” ungkapnya.

Pemerasan yang dilakukan ER terhadap Kartono tersebut bermula, ER mendatangi proyek pembangunan jalan di wilayah Kecamatan Grabagan yang dikerjakan oleh Kartono. ER menilai bahwa proyek tersebut bermasalah karena tidak sesuai dengan standar. Sehingga tersangka memita uang kepada korban agar masalah proyek tidak dipublikasikan di medianya.

Awalnya, ER meminta uang kepada Kartono sebanyak Rp 2 juta. Dan korban hanya sanggup memberikan uang senilai Rp 1 juta, dan ER menolak. Sehingga terjadi tawar-menawar, dan akhirnya terjadi kesepakan antar tersangka dan korban untuk memberi uang sebesar Rp 1,5 juta. Tetapi saat melakukan transanksi pada Rabu (13/01) kemarin, di Rest Area, tersangka ditangkap oleh dua anggota Sat Reskrim Polres Tuban yang telah melakukan pengintaian.

Sementara itu polisi juga terus memburu Imam dan Kasto, teman Mutoin, wartawan yang ditangkap sebelumnya dalam kasus yang sama.

Dua orang buron itu diduga terlibat dalam kasus pemerasan terhadap Iwan Budiyanto (35), seorang tukang las, warga Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban yang dilakukan Mutoin.

”Kami telah memanggil dua teman tersangka yang kita duga terlibat dalam pemerasan tersebut. Yakni Imam dan Kasto, namun kedua teman tersangka tersebut telah kita panggil tiga kali tapi mangkir,” terang, Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suindayati.

Polres Tuban juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadan dua tersangka itu untuk lapor kepada pihak berwajib. Sehingga, Polres bisa mengungkap secara tuntas kasus pemersan kepada tukang las tersebut. 

Diketahui, kasus pemerasan tersebut bermula saat korban merasa ketakutan, karena akan di tulis didalam media trans 9, terkait tuduhan mengambil helm. Agar peremasalahan cepat selesai, To’in bersama komplotannya meminta uang tunai sebesar Rp 10 juta kepada korban. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban