Tiga Pengacara Dampingi Kades Sawir

kotatuban.com – Kepala Desa (Kades) Sawir, Kecamatan Tambakboyo, Nur Indayani akhirnya diperiksa kedua kalinya oleh penyidik Kejasaan Negeri (Kejari) Tuban, Rabu (27/05). Dalam pemeriksaan kali ini, Kades yang diduga korupsi Rp 1,3 Milyar tersebut didampingi tiga orang pengacara.

Pada pemeriksaan pertama, pada (28/04), di ruang Pidsus Kejari Tuban, tersangka datang tanpa di dampingi pengacara. Sehingga, pemeriksaan ditunda lantaran terbentur ketentuan,  hukum bahwa ancama tersangka yang maksimal 15 tahun harus didampingi pengacara.

Kasi Intel Kejari Tuban, I Made Endra, saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa tersangka sudah dua kali ini menjalani penyidikan di kantor Kejari Tuban. Pada penyidikan pertama, tersangka tidak membawa pengacara, sehingga harus di tunda karena terbentur aturan.

”Untuk penyidikan kedua ini, tersangka di dampingi tiga pengacara dari Surabaya, ” ungkapnya.

Menurutnya, bahwa dalam penyidikan kali ini sudah masuk materi terkait kasus kompensasi uang dari PT Holcim. Tidak menutup kemungkinan, kasus ini akan ada tersangka baru.

”Kalau kita temukan alat bukti baru, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru,” tegasnya.

Sementara itu, R Sadewo, salah satu pengacara Nur Indayani,  menyampaikan bahwa tuduhan yang dilimpahkan kepada kliennya itu tidak benar. Pasalnya, pada kasus tersebut tidak ada unsur yang dirugikan dalam kompensasi yang diberikan perusahaan.

”Ini murni kompensasi yang diberikan perusahaan untuk warga, yang merasa terganggu adanya perusahaan tambang, dan kopensasi itu juga dibagikan kepada warga, jadi bukan Tipikor,” klaim pengacara itu.

Diketahui, kasus yang menyeret kepala Desa Sawir ini, karena uang kompensasi dari PT Holcim yang diberikan pada tahun 2013 senilai Rp 1,3 Milyar rupiah kepada Desa. Dimana, Uang tersebut diberikan Holcim atas kopensasi pemakaian jalan Desa. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban