Transparansi SIG Tuban Monev Kegiatan CSR dengan Stakholder

Kotatuban.com – Dalam mewujudkan transparansi pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang direalisasikan untuk 26 desa dan 3 kecamatan di wilayah sekitar perusahaan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban mengajak berbagai unsur masyarakat guna bersama-sama menyaksikan dan melakukan monitoring serta evaluasi perkembangan program yang telah direalisasikan di tahun 2021.

Monev tersebut melibatkan perwakilan Pemerintahan Kabupaten Tuban yang dihadiri oleh Bappeda Tuban, unsur akademisi, ada pula Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, pemerintahan desa setempat dan Pers yang dihadiri perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban dan Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Tuban.

PR & CSR Management Officer Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo. mengatakan, keterlibatan sejumlah unsur tersebut dimaksudkan untuk menjaga transparansi pelaksanaan CSR perusahaan, sehingga dalam melakukan monitoring dan evaluasinya, SIG melibatkan dari eksternal perusahaan yang kompeten. Diharapkan dapat disaksikan secara langsung perkembangan program dan manfaatnya bagi masyarakat penerima bantuan. Program CSR yang diberikan kepada masyarakat diprioritaskan yang sifatnya pemberdayaan.

“Sebagai perusahaan BUMN setiap kegiatan kita juga dilakukan audit untuk itu dalam kegiatan ini melibatkan berbagai pihak. Dan semoga dengan program pemberdayaan yang direalisasikan oleh perusahaan ini, dapat menciptakan peluang lapangan kerja yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya,”harapnya.

Nilai program pemberdayaan di tahun 2021 yang disalurkan adalah total lebih dari sebesar Rp 7 Miliar Tentunya dengan upaya dari perusahaan ini, semoga masyarakat yang telah menerima program dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan mengembangkannya secara sustainable. Jadi tidak hanya untuk pelaksanaan sesaat atau jangka pendek, namun diharapkan terus tumbuh dan berkembang secara mandiri.

“Pada tahun 2021 ini ada 143 kegiatan pemberdayaan masyarakat yang disupport oleh perusahaan. Secara garis besar kegiatan pemberdayaan tersebut dikelompokkan menjadi 9 klaster prioritas, yakni klaster wisata, kuliner, dan perkebunan. Selain itu, irigasi pertanian, usaha kreatif, konveksi, peternakan kambing, peternakan unggas, dan budidaya ikan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Tuban Fahmi Fikroni mengungkapkan, sebagai perusahaan yang keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, program pemberdayaan yang dilakukan SIG Pabrik Tuban sudah cukup baik. Beberapa kegiatan pemberdayaan juga sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung.

“Secara langsung warga yang terlibat dalam pemberdayaan memiliki nilai tambah, kami tadi memonitor secara langsung kepada warga yang menerima manfaat program ini. Program berjalan dengan baik dan dapat membantu perekonomian warga,” ujar anggota dewan dari Kecamatan Jenu tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tuban, Dharmadin Noor, mengatakan bahwa secara umum kegiatan pemberdayaan yang dilakukan SIG telah berjalan dengan baik dan cukup bagus. Dia berharap kegiatan CSR yang dilakukan perusahaan dapat terus bersinergi dengan program pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Tuban.

“Kita berharap kegiatan CSR SIG dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat. Selain itu, kita juga berharap masyarakat yang telah menerima bantuan tersebut dapat terus meningkatkan kegiatan pemberdayaan yang telah dilakukan,” pungkas Dharmadin. (rto)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban