Tunggakan Raskin di Tuban Capai Rp 2,5 M

Beras di gudang Bulog Wire, Tuban
Beras di gudang Bulog Wire, Tuban

kotatuban.com – Tunggaan beras untuk keluarga miskin (raskin) di Tuban hingga 4 Desember kemarin mencapai Rp 2.573.723.000. Diduga uang sebanyak itu nyantol di oknum perangkat desa. Sebab, keluarga miskin untuk penebusan raskin diberlakukan sistem cash and carry. Artinya, tanpa membawa uang sesuai jumlah penebusan, raskin tidak akan diberikan.

Sesuai data yang ada, hampir semua kecamatan memiliki tunggaan raskin. Hanya Kecamatan Soko yang tidak memiliki tunggaan. Sementara tunggaan terkecil di Kecamatan Bancar, yakni, Rp 7.512.000 dan Kecamatan Merakurak merupakan kecamatan tunggaan terbesar, yakni, Rp 269.080.000. Bahkan, Merakurak tunggaan raskin sejak Oktober lalu.

Kepala Gudang Bulog Wire Tuban, Subdivre Bojonegoro, Bejo menegaskan, tunggakan tersebut merugikan masyarakat penerima manfaat. Itu karena desa yang menunggak, masyarakat penerima manfaat tidak bisa mendapat jatah raskin pada bulan berikutnya.

Menurut Bejo, kecil kemungkinan tunggakan tersebut nyantol pada masyarakat penerima manfaat. Sebab, mereka langsung membayar ketika mengambil raskin.

Kini Bulog bersama tim raskin sedang mengupayakan pengihan. Harapannya, pembagian raskin untuk bulan-bulan berikutnya lancar.

“Kami dan tim raskin berusaha untuk terus menagih,” tandas pria kelahiran Tulungagung itu.

Selama ini pihaknya menyalurkan raskin ke warga yang berhak dengan interval 14 kali setahun. Jumlah raskin yang disalurkan rata-rata 1.400 ton per bulan. Beras yang dibagikan untuk raskin adalah beras jenis medium hasil serapan dari para petani dan pengusaha beras. (yit)

 

 

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban