Tunjangan Diberikan Separo, Ketua RT Mengeluh ke Wartawan

Warkam saat di Balai Wartawan
Warkam saat di Balai Wartawan

kotatuban.com – Seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) dari Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, mengeluhkan pemangkasan tunjangan untuk RT yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) yang diduga dilakukan kepala desa setempat.

”Tunjangan untuk RT dari ADD kan 100 ribu rupiah perbulan, dan itu diterimakan setiap 6 bulan sekali,” ujar Ketua RT 04 RW 01, Desa Sumurgung, Warkam (63), kepada kotatuban.com, Selasa (20/10) di Balai Wartawan Tuban.

Menurutnya, pada pencairan pertama  semua ketua RT Desa Sumurgung hanya mendapatkan tunjangan Rp 300 ribu rupiah saja. Padahal, jumlah semestinya ketua RT menerima Rp 600 ribu rupiah pada pencairan pertama.

”Tunjangan RT kan turun 6 bulan. Semestinya pencairan pertama ini mendapatkan 600 ribu rupiah dan pencairan kedua nanti juga 600 ribu rupiah. Tetapi pada pencairan pertama ini hanya diberikan 300 ribu rupiah,” ujar Warkam.

Dia mengatakan, semua ketua RT dengan jumlah sekitar 40 orang se Sumurgung mengalami pemangkasan tunjangan. Hal ini jauh berbeda dengan desa-desa lain yang ada di sekitar Sumurgung. ”Saya tanya desa-desa tetangga tunjangannya semua turun sesuai dengan nominal semestinya, yaitu 600 ribu rupiah untuk satu kali pencairan,” kata Warkam.

Sementara itu, Kepala Desa Sumurgung, Mujamiin, ketika dikonfirmasi membenarkan tunjangan yang diberikan kepada masing-masing untuk ketua RT baru 300 ribu rupiah.

”Pencairan dana ini menyesuaikan dengan kondisi keuangan desa, dan pada anggaran yang masuk (DD dan ADD) di desa pada tahap pertama ini,” ungkapnya.

Menurutnya, tidak ada pemangkasan tunjangan untuk Ketua RT. Pada tahap selanjutnya, pencairan juga akan langsung diberikan sampai pada Bulan Desember 2015 ini. ”Jadi selanjutnya apabila ADD sudah dicairkan lagi, akan langsung diberikan sampai bulan ke 12 nanti,” klaim Mujamiin.

Menurutnya, pihak desa saat ini masih melihat kinerja dari RT desa setempat. Termasuk bagaimana loyalitas dan hubungan dengan masyarakat. Ada kemungkinan RT yang tidak produktif akan diganti dengan orang baru yang lebih muda.

”Jadi ada kemungkinan nanti ada RT yang diganti karena tidak produktif. Hal ini sesuai dengan rapat desa, kalau tunjangan langsung diberikan semua nanti kasihan RT baru yang menggantikannya tidak mendapatkan tunjangan, karena sudah diberikan semua kepada RT lama,” pungkasnya. (duc)‎

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban