Ugal-ugalan, Sopir Bus Hancurkan Pembatas Jalan

kotatuban.com – Akibat ulah sopir yang ugal-ugalan bus penumpang jurusan Jombang-Tuban mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Letda Sucipto, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Jumat (22/05).

Dari informasi yang dihimpun  kotatuban.com di lapangan, kecelakaan tersebut berawal saat kendaraan bus nopol S 9964 UW yang dikemudikan oleh Ainur Rofiq (27), warga Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang berjalan dari Jombang menuju terminal baru Tuban.

Saat sampai di jalan satu arah jalan Letda Sucipto ke arah barat itu bus yang tinggal mengangkut dua orang penumpang tersebut berjalan dengan kecepatan tinggi. Sehingga, setelah melewati jembatan Perbon bus tiba-tiba berjalan semakin ke kanan dan naik ke pembatas jalan.

”Dari timur itu jalanya bis sudah sangat ngebut. Saya kaget karena bus langsung menabrak pot-pot bunga di atas pembatas jalan,” terang Alif Muhajirin, yang merupakan penumpang bus Anjasmoro rute Jombang-Tuban itu.

Menurutnya, karena benturan yang sangat keras itu membuat beberapa pot bunga di atas pembatas jalan tersebut mengalam pecah dan juga terpental di jalur jalan raya. Bahkan, hal itu membuat satu mobil pribadi nopol S 688 HE rusak parah akibat terhantam pot bungan saat berjalan di jalur berjalawanan itu.

”Tadi mobil yang berjalan di jalur utara rusak parah dan tidak bisa karena terkena pot bunga. Untung semua selamat tidak sampai ada yang luka-luka,” lanjut Alif penumpang bus tersebut.

Sementara itu, pengemudi bus tersebut mengakui jika dirinya berjalan dengan kecepatan tinggi dan terlalu kekanan saat melintas di jalan Letda Sucipto itu. Karena dengan kecepatan tingga Ainur Rofiq tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga mengakibatkan kecelakaan itu.

”Saya ngak ngantuk, tapi memang kendaraan sudah berjalan terlalu kekanan. Jadi langsung naik pembatas jalan dan baru bisa berhenti hingga beberapa meter,” jelas Ainur Rofiq, pengemudi bus tersebut. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban