UKM Binaan Semen Indonesia Harus Siap Hadapi MEA

image
Kabiro Humas dan CSR PT Semen Gresik, Wahyu Dharmawan

kotatuban.com – Pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimulai tahun ini. Pelaku usaha harus siap menghadapi persaingan bebas produk dan jasa yang bisa saja menggeser keberadaan produk dalam negeri di pasaran. Begitu juga keberadaan usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Tuban yang menjadi binaan PT Semen Indonesia.

Hingga 2015, lebih dari 12 ribu usaha kecil menengah telah bermitra dengan semen Indonesia dalam bentuk permodalah. Hal tersebut membuktikan banyak usaha kecil yang harus siap menghadapi pasar global minimal untuk menguasi pasar dalam negeri (bersaig dalam negeri).

“Banyak yang menjadi mitra kami, dalam beberapa sektor usaha, mulai usaha perdagangan, Industri hingga Jasa,” terang Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Corporate Social Responcibility (Humas dan CSR), PT Semen Grsik Wahyu Darmawan, Senin (11/01).

Berkaitan dengan pasar global, Wahyu mengaku terdapat beberapa usaha milik mitra Semen Indonesia yang sepertinya sudah mampu bersaing, yakni industry batik. Selai itu juga usaha lain yang sudah memiliki pangsa pasar cukup baik di daerah.

“Berkaitan dengan MEA, Saat ini mitra kami yang kami rasa sudah mampu bersaing adalah batik, setidaknya jika belum mampu ekspor, beberapa mitra kami sudah memiliki pangsa pasar bagus di daerah,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, pasar global tidak hanya memberi kesempatan bagi produk luar untuk masuk, namun, juga hambatan. Hambatan itu berupa keberadaan produk daerah yeng lebih dahulu dikenal masyarakat dan harus dipertahankan. Namun,  mempertahankan hal itu tentu itu tidak mudah jika tidak dikelola dengan baik dan butuh proses serta keseriusan baik promosi maupun pemasaran.

“Terutama industri ekonomi kreatif, itu yang harus terus dikembangkan guna menghadapi pasar bebas. Semua punya peluang dan hambatan kita masih diuntungkan karena produk kita lebih dulu dikenal,” katanya.

Disampaikan Wahyu, dalam bebrapa kesempatan mitra binaan Semen Indonesia juga diikutsertakan dalam pameran sebagai ajang promosi produk. Selain batik disebut juga produk Kopi Make asal Kecamatan Montong yang sudah dipandang memiliki pangsa pasar cukup kuat di daerah.

“Ini yang paling penting, minimal produk itu harus menguasai pasar daerah agar tidak dimasuki produk dari luar,” tambah Wahyu.

Wahyu berharap, seluruh mitra binaan Semen Indonesia mampu berkembang, lebih-lebih mampu bersaing di pasar global nantinya.

“Saya berharap ada peningkatan dan keingunan bersaing dengan keras,  jangan takut hadapi persaingan, siapkan kemampuan secara teknik dan jaringan pemasaran sert inovasi, agar mampu bertahan dan bersaing,” pungkasnya.(kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban