Unirow ‎Dicurigai Keluarkan Ijasah Aspal

image
Unirow Tuban

kotatuban.com – Issu adanya ijazah asli tapi palsu (aspal) yang diungkap Menteri Pendidikan Tinggi juga menerpa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Tak ayal issu itu membut Rektor Unirow, Hadi Tugur kebakaran jenggot.

”Ijasah Unirow yang saya tanda tangani sudah divalidasi oleh Kaprodi, Dekan, Kabiro Administrasi, Akademik dan Pembantu Rektor Bidang Akademik, dan mereka tanda tangan atau paraf dalam ijasah. Selain itu, juga diakui Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Jadi, ijasah yang kita keluarkan asli,” kata Hadi Tugur, Senin (08/06).

Mantan ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban tersebut juga mengaku gerah dengan issu kalau perguruan tinggi yang ia pimpin yang semula berstatus institut dan saat ini menjadi universitas ijasahnya tidak laku serta diindikasikan program studi (Prodi) belum terdaftar di Dirjen Dikti Pusat.

”Semua Prodi di Unirow sudah punya izin penyelenggaraan sejak tahun 2012 lalu. Semua Prodi Unirow sudah terakreditasi, jadi Unirow sudah on the rule,” Tambah Pria asal Bojonegoro.

Perguruan tinggi terbesar di Tuban dan memiliki ribuan mahasiswa yang anak didiknya datang dari berbagai daerah mulai Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Rembang Jawa tengah selain Tuban sendiri tersebut, juga mempernyatakan lembaga ataupun perusahan yang tidak menerima ijasah mahasiswanya saat melamar kerja.

‎”Tahun 2010-2011 mulai tersebar isu bahwa ijasah Unirow tidak sah karena belum terakreditasi. Memang pada saat itu prodi-prodi baru Unirow dalam proses akreditasi. Akan tetepi faktanya pada angkatan yang sama, di daerah lain mahasiswa saya diterima sebagai PNS. Jadi, jika ada lembaga atau perusahaan yang menolak ijasah Unirow itu tidak beralasan,” terang mantan Caleg DPR RI dari Partai Demokrat ini.

Diketahui, pada tahun 2012 lalu, panitia seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak bisa menerima ijasah yang dikeluarkan Unirow, karenak perguruan tinggi tersebut belum terakreditasi di Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Hal inilah yang membuat sebagain besar alumni Unirow resah dan kesulitan mencari pekerjaan.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban, Nur Hasan mengatakan permasalahan tersebut pada saat itu menjadi evaluasi dalam perekrutan CPNS mendatang. Sebab selama ini BKD Tuban bertindak hanya sebagai panitia penyelenggara CPNS. Sedang semua prasyarat dan perekrutan adalah wewenang dari pemerintah pusat melalui Badan Kepegawaian Nasional (BKN). 

”Kita hanya menjalankan tugas. Semua aturan dari pusat, terkait persyaratan CPNS tersebut,” kata Nur Hasan. (duc)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban