Usia Muda Juga Beresiko Diabetes

Pemeriksaan gula darah secara berkala perlu dilakukan
Pemeriksaan gula darah secara berkala perlu dilakukan

kotatuban.com-Selama ini diabetes atau kencing manis umumnya diderita oleh orang dengan usia 40 tahun ke atas. Namun, dalam perkembangannya usia muda pun juga memiliki resiko terhadap ancaman penyakit yang juga dikenal dengan penyakit gula darah itu. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah yang disebabkan oleh gangguan metabolisme dalam tubuh.

“Bisa saja usia muda beresiko terhadap penyakit diabetes, sebab penyakit ini sekarang bukan lagi penyakit keturunan, karena gaya hidup kurang sehat juga dapat memicu penyakit ini,” ujar dr. Nur Istihawari, Rabu (11/11) di ruang kerjanya.

Dokter Umum yang juga Kepala Puskesmas Kebonsari, Tuban itu menjelaskan, gaya hidup tidak sehat yang dimaaksud seperti terlalu banyak mengkunsumsi makanan manis, minuman bersoda dan pola makan tidak teratur juga dapat menjadi pemicu timbunan gula dalam darah.

“Kurang berolahraga, makan tidak teratur, terlalu banyak konsumsi minuman bersoda dan makanan manis tanpa terkontrol tanpa diimbangi aktifitas olahraga dapat memicu timbunan gula dalam darah karena tidak menjadi energi,” terangnya.

Orang dengan usia antara 20 hingga 40 tahun mulai memiliki resiko diabetes. Ditambah dengan pola hudup kurang sehat terutama kaitanya dengan makanan yang dikonsumsi semakin meningkatkan resiko tersebut. Apalagi, seiring dengan perkembangan zaman dan mobiltas yang cukup tinggi membuat kesempatan untuk berolahraga semakin sedikit.

“Sebenarnya makanan manis dan minum manis hanya sedikt pemicu, namun, jika makanan dan minuman manis yang dikonsumsi tidak diimbangi dengan olahraga teratur akan menjadi timbunan gula dalam tubuh yang akhirnya menjadi Diabetes,” kata Nor.

Adapun Diabetes terjadi karena kurangnya insulin, yakni zat yang dihasilkan pangkreas untuk mengolah gula darah menjadi energi. Jika makanan yang dikonsumsi terlalu banyak mengandung gula tidak menutup kemunginan akan menjadi timbunan gula dalam darah yang tidak menjadi energi.

“Ini yang disebut dengan hiperglikemia, yakni penumpukan gula dalam darah, ini yang disebut juga dengan diabetes dan kelebihan gula dalam darah.”  imbuh dr. Nor.

Gejala Diabetes biasanya ditandai dengan penurunan berat badan, sering buang air kecil, sering haus, mudah lelah, sering kesemutan, dan luka yang sulit sembuh. Biasanya jika penyakit sudah parah akan muncul komplikasi penyakit lain. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban