Warga Sukolilo Bayar Pulsa Telpon dan Listrik dengan Sampah

image
Pusat bank sampah di Kelurahan Sukolilo

kotatuban.com-Berkat pengelolaan sampah yang baik melalui kegiatan Bank Sampah, Sejumlah warga gang tujuh Kelurahan Sukolilo, Kecamatan Tuban tidak hanya mendapatkan manfaat lingkungan bersih dan sehat, namun, belakangan warga memperoleh manfaat lain yakni membayar listrik dengan sampah.

“Kesadaran masyarakat akan sampah sekarang ini sudah cukup baik sejak ada bank sampah yang kami bentuk sekitar awal 2014 lalu. Apalagi sekarang sejumlah warga sudah memeroleh manfaat lebih dari pegelolaan sampah, yakni, bayar listrik menggunakan sampah,” ujar Susan, pelopor bank sampah Kelurahan Sukolilo, Jumat (18/12).

Menurut Susan, pembayaran rekening listrik menggnakan sampah adalah ide yang cukup direspon warga sekitar. Sebab warga tidak perlu mengeluarkan uang untuk biayaya pembayaran listrik akan tetapi mreka cukup rajin mengumpulkan sampah rumah tangga kemudian ditabung di bank sampah yang dikelola bersama.

“Warga cukup menabung sampah di sini, kemudan sampah itu nantinya akan dikonversikan dalam bemtuk uang atau pulsa listrik setiap bulanya. Jika kebutuhan listrik lebih dari nilai rekening sampah warga cukup menambahkan uang dan jika lebih mereka akan mendapatkan uang atau tetap disimpan di rekening bank sampah miliknya,” terang perempuan tiga anak itu.

Susan juga memiliki target untuk menjaring remaja aktif dalam pengelolaan sampah yakni dengan program bayar pulsa telpon menggunakan sampah. Masih sama dengan program bayar listrik dengan sampah, program bank sampah itu juga dilakukan dengan menabung di bank sampah dan hasilnya untuk digunakan sebagai biaya pulsa telephon.

“Ini sempat kami cetuskan dan kami jalankan. Namun, ibu-ibu justru keberatan karena anak-anak mereka sangat aktif sehingga ibu-ibu tidak kebagian sampah untuk ditabung. Jadi anak dan ibu ini malah rebutan sampah untuk ditabung, satunya untuk pulsa satunya untuk listrik,” kata Susan sambil menjelaskan.

Terpisah, Kepala Bidang Pelestarian dan Kemitraan, Badan Lingkunga Hidup (BLH) Kabupaaten Tuban, Siggih Suyoto mengatakan, program pengelolaan sampah juga menjadi salah satu perioritas BLH guna terus mempertahankan predikat sebagai salah satu kabupaten peraih piala Adipura.

“Salah satu yang kami lakukan untuk menciptakan lingkungan bersih adalah memotori pembentukan bank sampah seperti di Sukolilo,”  terang Singgih.

Untuk diketahui, volume sampah di Kabupaten Tuban rata-rata mencapai 170 meter kubik per hari. Jumlah tesebut berarasal dari sampah rumah tangga, fasilitas umum dan aktifitas pasar.

“Pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah sendirian, perlu peran aktif masyarakat guna mengatasi masalah sampah ini. Makanya penanganan secara mandiri dan pembentukan kader lingungan ini terus ditingkatkan,” tegas Singgih. (kim)

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban